Nyesal Penjarakan Ahok, Pengamat: Berdampak Buruk Bagi Elektabilitas Jokowi

Nyesal Penjarakan Ahok, Pengamat: Berdampak Buruk Bagi Elektabilitas Jokowi

Pengakuan calon wapres Ma’ruf Amin soal persidangan kasus penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) bisa berdampak buruk bagi elektabilitasnya bersama petahana Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2019.


Utamanya terhadap perolehan suara dari kalangan pemilih muslim.

Pengamat politik Bin Firman Tresnadi menjelaskan, pengakuan ketua umum Majelis Ulama Indonesia non aktif itu bahwa dirinya terpaksa menjadi saksi memberatkan untuk Ahok dalam kasus penodaan agama merupakan langkah keliru.

“Berdampak buruk bagi elektabilitas Jokowi-Ma’ruf lah ini,” katanya saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (5/1).

Menurut Bin Firman, dengan pengakuan tersebut, pemilih muslim tentu akan berpikir dua kali. Ujung-ujungnya mereka enggan memilih pasangan Jokowi-Ma’ruf.

“Karena mereka (pemilih muslim) semakin tahu sikap dan posisi Ma’ruf Amin yang oportunis demi kekuasaan. Oportunis menghalalkan segala cara termasuk menjilat ludahnya sendiri,” beber Bin Firman yang juga direktur eksekutif Indonesia Development Monitoring (IDM).

Di media sosial beredar rekaman video yang memperlihatkan penyesalan Ma’ruf Amin karena menjadi saksi memberatkan bagi Ahok, gubernur DKI Jakarta yang didakwa melanggar pasal penodaan agama pada 2017 lalu.

“Iya tentu saja cuma karena terpaksa saja kan. Iya tentu saja siapa yang ingin memenjarakan orang, kan tidak mau. Tapi karena terpaksa situasi pada waktu itu adalah penegakan hukum, ya apa boleh buat,” kata Ma’ruf menjawab pertanyaan wartawan. [rmol][www.tribunislam.com]

Sumber : eramuslim.com

Sebarkan...