Sering Kritik Jokowi dan Menag di Twitter, PNS UIN Jakarta Edy A Effendi Dipecat

Sering Kritik Jokowi dan Menag di Twitter, PNS UIN Jakarta Edy A Effendi Dipecat

Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta Edy A Effendi mengakui diberhentikan sebagai Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta. Dia diberhentikan karena sering mengkritik Jokowi dan Menteri Agama di Twitter.


Pengakuan tersebut disampaikan mantan penulis editorial di program Media Indonesia ini melalui twitternya @eae18 yang dikutip Ngelmu.co pada Jumat (14/12/2018).

“Diberhentikan dengan hormat, itu basa-basi. Allah menjauhkan saya mengais nafkah di bawah Departemen yang dipimpin manusia sampah seperti @lukmansaifuddin,”kata Edy dalam twitternya yang dituliskan Kamis (13/12/2018).

Meski diberhentikan dari jabatannya, Edy mengaku bahagia karena rezeki menghampar di setiap muka bumi. “Diberhentikan karena kritik @jokowi dan Menag, itu kebahagiaan sendiri. Rezeki ini menghampar di setiap muka bumi. Bahkan di seluruh alam semesta, Allah memberi taburan rezeki bagi para pejalan, yang menempuh jalan suluk. Yakinlah akan kehadiran Allah Sang Maha Kaya itu,”jelasnya lagi.

Lebih lanjut, Edy yang juga mantan jurnalis Metro TV ini mengatakan dirinya akan terus mengajar dan menulis meski dipecat oleh Menag di UIN Jakarta.

“Mengajar jalan terus. Tak ada kata berhenti. Menulis dan mengajar harus jadi peranti hidup. Lepas dari jeratan manusia sampah @lukmansaifuddin, tiba-tiba, ada seorang pengusaha, menyemai kehidupan lain. Si Lukman tak bisa mematikan nafkah hidup saya,”tandas dia.

Edy sendiri mengatakan dirinya tak akan minta maaf atas kritik yang dia lontarkan kepada Jokowi dan Menag.“Saya tak mau minta maaf atas kritik-kritik saya ke Jokowi dan Lukman. Terus kritik saya dipasalkan sebagai penghinaan ke presiden dan menag. Kritik itu ada variabel, didukung pendataan. Di sinilah beda kritik dan penghinaan,”jelas dia.

Secara khusus, dia berpesan agar para ASN yang tidak siap mental untuk tidak mengkritik Jokowi karena risiko diberhentikan.

“Teman-teman ASN yang tak punya kesiapan mental, jangan kritik @Jokowi deh. Bakal diberhentikan, apalagi berada di bawah departemen yang didalangi Si @lukmansaifuddin. Jika sudah siap mentalnya, tak apa. Suarakan kebenaran walau pahit,”pungkasnya.

Mengutip laman UIN Jakarta, Edy yang memiliki gelar Magister Pendidikan itu memiliki status PNS Administrasi dengan Jabatan Pengadministrasi di unit Sub Bagian Dokumentasi dan Publikasi. Edy sendiri memiliki pangkat dan golongan ruang III/b – Penata Muda Tk. I (2015-09-18). [www.tribunislam.com]

Sumber : ngelmu.co

Sebarkan...