Pengakuan Felix Siauw Jadi Target Bully Kasih Sayang di Reuni 212

Pengakuan Felix Siauw Jadi Target Bully Kasih Sayang di Reuni 212

Dai kondang Felix Siaw mengaku mendapat perilaku bully dari massa reuni mujahid 212. Felix di akun Instagramnya menerangkan dirinya jadi target perundungan saat kedapatan menginjak rumput saat aksi berlangsung.


Dia juga mengaku sempat meminta maaf kepada kelompok ibu-ibu yang membullynya namun tak dihiraukan. Namun meski dibully, Felix menyebut bullyan yang ia terima merupakan bentuk kasih sayang. Berikut tulisan lengkap Felix Siaw di akun Instagramnya yang diunggah pada Selasa (03/12/2018).

Rumput Mas, Rumput

Mas, rumput mass! Rumpuutt!! Jangan diinjak maasss! Awas nanti kita yang disalahkan, hati-hati mass banyak yang cari kesalahan! Rumpuut woyy, rumpuutt!! mass

Puluhan peserta aksi 212, terus menerus bersahutan, mereka kebanyakan ibu-ibu, penunggu rumput monas, dan yang dibully kebetulan adalah SAYA

Malu, bukan hanya merah muka, sampai ke hati. Walau bukan tanpa alasan saya menginjak rumput yang hanya 2 meteran itu, tapi tetap, rules is rules

Saya minta maaf ke ibu-ibu itu, mereka tak peduli, tetap membully saya, bullyan peduli, bully kasih sayang, sebab mereka sudah bosan difitnah dan dituduh

Belum move on dari reuni 212? Iyalah. Saya hanya ingin menceritakan, tipe hadirin seperti apa yang memadati reuni 212 kemarin, tipe yang sangat sadar diri

Pagi menjelang munculnya matahari itu, bukan hanya saya yang dibully, tapi sepanjang jalan, ratusan kali saya dengar bullyan yang sama, rumput mas woy, rumput

Manusia punya akal dan hati, bisa diajari dan bisa mengerti, jangan anggap remeh ummat, fitnah dan tuduh tanpa henti, membuat mereka makin dewasa

Hari-hari ini, ummat punya pemikiran sendiri, makin dewasa pada ide yang mereka yakini, yakni gagasan Islam, dan keinginan besar untuk taat pada Allah

Mereka tahu siapa yang harus didukung dan harus diikuti, bahkan ketika mereka diancam dan diprovokasi, tahu ulama mana yang benar peduli, atau yang gila dunia

Maka tiap lemparan statemen negatif yang dilakukan untuk menjauhkan ummat dari ide Islam, justru akan makin menguatkan ummat, menyatukan mereka

Bisakah dibayangkan, perkara rumput saja mereka peduli, bahkan saya juga dibully, apalagi tentang kalimat tauhid, yang dengan itu mereka hidup, mati dan bangkit kembali?

Terimakasih ibu-ibu penunggu rumput monas, bully ibu-ibu adalah haru bagi saya, juga rasa malu. Sekaligus hiburan yang sangat besar, bahwa Allah sayang kita semua

Postingan ini pun banyak mendapat perhatian netizen. Bermacam-macam tanggapan pun bermunculan di kolom komentar. Sebagian mengaku sebgai pelaku pembullyan, sebagian juga mengaku menjadi objek bullyan.

“Ana dapat tugas meliput untuk satu media muslim dan sedikit menginjak rumput spontan pada melemparkan kata-kata cebong ke senua media.. Padahal kita yang memberitakan kebaikan mereka… Tetapi yasudahlah karena atas kebersamaan dan kepedulian semua termaafkan dengan dan itu menjadi pelajaran tersendiri,” tulis akun @ihsanarrifaie_

“Padahal cuman rumput. Bukan tanaman. Biasanya ko ga ada acara nginjek2 rumput pun no problem. Itu cman mental bangsa Indonesia aja yang suka nyinyir,” tambah akun santri_pengembara

“Ibu-ibu penunggu rumput monas lebih horor dari simanis penunggu jembatan ancol. 😂😂😂 #horordalammaksiat #tegasdalamtaat,” ujar akun helloosugar [www.tribunislam.com]

Sumber : kiblat.net

Sebarkan...