Dipolisikan Terkait ‘Jemaah Monaslimin’, Ini Reaksi Guntur Romli

Dipolisikan Terkait ‘Jemaah Monaslimin’, Ini Reaksi Guntur Romli

Guntur Romli menanggapi pelaporan terhadap dirinya yang diduga telah menistakan agama setelah ia mengunggah status ‘Jemaah Monaslimin’ dan telah menyebut 11 juta orang yang ikut dalam Aksi Reuni 212 sebagai pengikut Jemaah Monaslimin yang kesurupan.


Guntur Romli sendiri saat dikonfirmasi menyebutkan bahwa status yang dibuatnya itu hanya atas dasar desas-desus. Guntur Romli mengatakan bahwa status itu tidak ditujukan kepada pihak tertentu.

“Itu kan saya tulis di status saya, ‘Jemaah Monaslimin’. Desas-desus. Karena saya cuma menganggap itu dengar-dengar, ya kan belum tentu bener. Saya nggak tahu ya, apakah ada orang yang merasa atau tidak. Lalu ada orang yang melaporkan,” kata Guntur Romli, dikutip dari Detik.

Guntur Romli menanyakan kepada yang melaporkan dirinya, apakah mereka itu merasa sebagai jemaah monaslimin, yang ibadahnya satu kali dalam setahun, kemudian yang tuhannya subenahu watuulo? Terus nabinya itu hulaihi? Apakah mereka merasa sebagai jemaah monaslimin?

Guntur Romli menilai bahwa umat Islam tak akan tersinggung atas status yang dibuatnya, sebab umat Islam bukan jemaah monaslimin.

“Yang jelas, kalau umat Islam, ya bukan. Karena umat Islam itu Allah-nya, Allah Subhanahu wa Ta’ala. Nabinya itu Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Ibadahnya salat lima kali sehari,” kata Guntur Romli.

Bahkan Guntur Romli menyatakan bahwa pelaporan ini merugikan dirinya dan dia juga berencana akan melaporkan balik ke polisi karena laporan ini dianggap telah mencemarkan nama baiknya.

“Jadi kan saya bilang dengar-dengar, belum tentu benar. Tapi kok tiba-tiba ada yang laporin saya. Tapi, intinya, laporan itu merugikan nama baik saya. Saya akan lapor balik,” ujar Guntur Romli.

Sebelumnya, juru bicara PSI tersebut dilaporkan oleh Koordinator Bela Islam (Korlabi) di Bareskrim Polri atas nama pelapor ialah Benny Haris Nainggolan.

Laporan tersebut diterima dengan nomor STTL/1305/XII/2018/BARESKRIM, atas dugaan tindak pidana penistaan agama dengan Pasal 156 KUHP juncto Pasal 156 Huruf (a) KUHP juncto Pasal 28 ayat (2) UU ITE.[www.tribunislam.com]

Sumber : ngelmu.co

Sebarkan...