Andi Arief: Kalau Ada Keadilan, Tak Mungkin Terjadi Kasus di Ciracas

Andi Arief: Kalau Ada Keadilan, Tak Mungkin Terjadi Kasus di Ciracas

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto meminta intitusi penegak hukum untuk menindak tegas pelaku pembakaran Polsek Ciracas, Jakarta Timur (12/12).


Wiranto juga meminta semua pihak untuk tidak mengeneralisir kasus, di mana jika ada oknum yang melanggar hukum berarti organisasinya buruk.

“Dalam organisasi yang besar, ada satu dua yang melanggar disiplin, melanggar perintah bukan berarti organisasi itu buruk, jangan digeneralisir. Saya minta kalau ada aparat-aparat keamanan yang menyebabkan terjadinya hal itu, tindak dengan tegas, ada hukumnya, ada UU, peraturan, jangan sampai hal kecil menyebabkan institusi yang besar ini bisa terganggu,” tegas Wiranto seperti dikutip merdeka (13/12).

Mantan Kasus TNI Letjen (Purn) Suryo Prabowo menilai,  pengrusakan kantor polisi mengindikasikan adanya rasa ketidakadilan dalam penegakan hukum. “Pengrusakkan kantor polisi mengindikasikan adanya rasa ketidakadilan dalam  penegakan hukum dan ketika perusaknya itu adalah oknum TNI, ini menunjukan bahwa sinergitas TNI-Polri bukan cuma saling suap makanan antara Pak @TjahjantoHadi dengan Pak Tito @kodamjaya03,” tulis Prabowo di akun Twitter ‏@marierteman.

Senada dengan Suryo Prabowo, politisi Partai Demokrat yang juga mantan staf khusus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Andi Arief menegaskan, jika ada keadilan tidak mungkin ada kasus Ciracas. “Kalau ada keadilan, tak mungkin ada kasus Ciracas,” tegas Andi di akun @AndiArief__.

Sementara politisi PKS Mardani Ali Sera bersuara lebih keras. Mardani menegaskan bahwa lemahnya ‘kepemimpinan tertinggi RI’ menyebabkan bawahan saling tidak akur.

“Kami prihatin atas rusuh yang terjadi di Ciracas Jaktim, ini bisa dihindari jika saling menahan diri dan yang terpenting penegakkan hukum harus adil. Penyebab utama adalah lemahnya kepemimpinan tertinggi negeri ini yang menyebabkan bawahan saling tidak akur. Saatnya #2019GantiPresiden,” tulis Mardani di akun @MardaniAliSera.

Politisi Nasdem Sahroni meminta semua pihak untuk menunggu hasil penyelidikan yang dilakukan bersama antara Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya. “Mengenai identitas perusak, termasuk apakah ada kaitannya dengan peristiwa pengeroyokan anggota TNI oleh juru parkir sebaiknya menunggu hasil resmi penyelidikan Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya. Jangan menduga-duga dulu,” kata Sahroni seperti dikutip viva (13/12).(kl/itoday) [www.tribunislam.com]

Sumber : eramuslim.com

Sebarkan...