Warga Aceh Tegaskan Perda Syariah Tidak Diskriminatif

Warga Aceh Tegaskan Perda Syariah Tidak Diskriminatif

Muhammad Ari Syahputra, kuasa hukum pelapor Munazir pelapor Ketum PSI, menegaskan bahwa Aceh sejak lama telah mengadopsi syariat Islam dalam peraturan daerahnya. Ia menegaskan bahwa hal tersebut sudah berdasarkan undang-undang.


“Aceh ini sudah lama mengadopsi syariat Islam atau di daerah kami disebut qanun. Pengadaan Perrda syaraiat Islam ini sudah lama dan dengan perjuangan yang panjang. Dan tentu saja ini berdasarkan amanah undang-undang,” katanya saat dihubungi Kiblat.net pada Ahad (25/11/2018).

Selain itu, ia juga membantah pidato Ketum PSI Grace Natali yang mengatakan perca syariah itu diskriminatif. Menurutnya, selama perda itu dilaksanakan di Aceh, tidak pernah ada diskrminatif terhadap orang beragama lain.

“Tidak pernah ada intoleransi dan tidak pernah ada instruksi untuk penutupan gereja. Bahkan diberi kebebasan umat lain untuk beribadah. Mau bangun gereja silahkan, yang penting syarat pembangunan gereja terpenuhi,” ucapnya.

‘Kalau dalam satu kecamatan cuma lima orang, macam mana mau bangun gereja. Kalau satu kecamatan terpenuhi, silahkan,” sambungnya dengan logat Aceh.

Maka, Ari menekankan bahwa pernyataan Grace telah menyinggung perasaan umat islam yang ada di Aceh. Tentu juga menyinggung masyarakat yang dari awal meminta di Aceh diterapkan syariat Islam. Maka, ia berharap polisi segera memproses Grace.

“Islam itu rahmatan lil alamin, tidak diskriminatif. Maka, kita minta kepolisian proses perkara ini ditindaklanjuti, kalau memenuhi unsur ditangkap segera, jangan diangin lalukan,” pungkasnya.[www.tribunislam.com]

Sumber : kiblat.net

Sebarkan...