Umat Muslim Dilarang Shalat di Masjid Taj Mahal India Kecuali Haji Jum'at

Umat Muslim Dilarang Shalat di Masjid Taj Mahal India Kecuali Haji Jum'at

Umat Muslim tidak lagi dapat melakukan shalat di masjid yang terletak di dalam kompleks landmark nasional India, Taj Mahal, kecuali pada hari Jum'at ketika masjid hanya dibuka untuk penduduk setempat, sesuai keputusan oleh Survei Arkeologi India (ASI), Daily Sabah mengutip Times of India melaporkan pada hari Senin (5/11/2018).

Menurut harian Times of India, pejabat ASI mengatakan perintah itu menjalankan sebuah putusan Mahkamah Agung yang diputuskan pada Juli.

Langkah ini secara efektif melarang non-penduduk untuk shalat, kapan saja di masjid tersebut, sejak perintah administratif lokal sebelumnya melarang non-penduduk untuk berpartisipasi dalam sholat Jum'at di masjid karena masalah keamanan.

Penduduk setempat diizinkan untuk shalat antara tengah hari hingga jam 2 siang pada hari Jum'at tanpa membayar biaya masuk. Sebelum keputusan itu, non-penduduk setempat dapat shalat pada hari selain hari Jum'at dengan membeli tiket masuk pengunjung.

Pada hari Ahad, ASI mengunci daerah di mana umat Islam melakukan wudhu sebelum sholat, mengecewakan beberapa turis yang datang untuk shalat di masjid yang terletak di samping makam yang megah. Beberapa orang terlihat berdoa di tempat itu.

"Tidak ada logika di balik menutup pintu masjid bagi umat beriman," seorang mahasiswa yang datang untuk melakukan shalat pada hari Ahad mengatakan kepada Times of India. Mahasiswa lain menyebut langkah itu "anti-sekuler dan mundur."

ASI juga dilaporkan mengatakan kepada imam dan staf masjid untuk datang hanya pada hari Jum'at.

Syed Ibrahim Hussain Zaidi, presiden Komite Taj Mahal Intezamia, mengatakan kepada Times of India bahwa tidak ada alasan untuk menghentikan shalat di masjid, tradisi yang telah lama berlangsung. Dia mengatakan pemerintah saat ini, baik di tingkat federal dan negara bagian, memiliki sikap "anti-Muslim".

Zaidi mengatakan dia berencana untuk bertemu dengan pejabat ASI untuk mengangkat masalah itu pada hari Senin.

Perintah oleh hakim distrik tambahan Agra pada Januari 2018 untuk melarang non-penduduk dari melakukan sholat Jum'at datang menyusul keluhan bahwa "orang luar, termasuk Bangladesh dan non-India" menggunakan waktu sholat sebagai dalih untuk memasuki kompleks tersebut pada hari Jum'at.

Perintah itu dikukuhkan meski ada petisi yang diajukan ke Mahkamah Agung.

Perdana Menteri Narendra Modi dan partai nasionalis Hindu Bharatiya Janata (BJP), yang berkuasa sejak 2014, telah semakin melakukan tindakan yang dianggap membatasi dan menindas minoritas Muslim India, yang sering menghadapi serangan massa dan  tanpa pengadilan.

Taj Mahal yang terdaftar di UNESCO, dibangun di tepi selatan Sungai Yamuna di Agra antara 1632 hingga 1653, dibuat oleh Kaisar Mughal Shah Jahan untuk dipakai sebagai makam untuk istrinya, Mumtaz Mahal. (st/ds) [www.tribunislam.com]

Sumber : voa-islam.com

Sebarkan...