sdks/OneSignalSDK.js'/> Mantap, Meski Kerap Ditolak Banser, UAS Dinobatkan Sebagai Ulama Paling Berpengaruh Versi LSI - Tribun Islam

Mantap, Meski Kerap Ditolak Banser, UAS Dinobatkan Sebagai Ulama Paling Berpengaruh Versi LSI


Ustad Abdul Somad (UAS) dinilai sebagai sosok ulama yang paling berpengaruh di kalangan pemilih di pemilihan presiden (Pilpres) 2019 versi Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA.


Peneliti politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro menilai, munculnya UAS sebagai ulama berpengaruh di kalangan pemilih di Indonesia adalah fenomena biasa. Sebagai negara yang berpenduduk mayoritas muslim, Siti menyebut ulama memiliki peran dan pengaruh besar di kalangan masyarakat.

"Logikanya, pemilu di Indonesia diikuti oleh warga negara yang mayoritas muslim. Karena pemilihnya muslim, ya ulama yang paling didengar. Kalau ulama di Amerika, ya nggak laku, karena mayoritas pemilihnya bukan muslim," kata Siti kepada SINDOnews, Kamis (15/11/2018).

Ada tiga variabel utama yang ditetapkan LSI Denny JA dalam menentukan kriteria ulama yang dianggap berpengaruh. Pertama, tingkat pengenalan tokoh agama/ulama tersebut di atas 40%. Kedua, tingkat kesukaan terhadap ulama di atas 50%. Ketiga, kemampuan mereka mempengaruhi atau imbauannya didengar di atas 15%.

Berdasarkan kriteria-kriteria tersebut, LSI menemukan lima tokoh agama atau ulama yang memiliki pengaruh, yakni Ustaz Abdul Somad (UAS), Ustaz Arifin Ilham, Ustaz Yusuf Mansur, Ustaz Abdullah Gymnastiar (AA Gym), dan Habib Rizieq Shihab.

Dari kelimanya, UAS dinilai paling memiliki pengaruh. Meski yang mengenalnya sebesar 53,9% pemilih, namun tingkat kesukaan terhadap UAS paling tinggi.

Siti menilai, sosok UAS memang unik. Sebagai sosok pendatang baru, Siti menyebut UAS memiliki berbagai keunikan. Siti menyebut alumnus Universitas Al-Azhar, Kairo itu sosok yang konsisten dalam berdakwah, tidak bergeming saat diberi posisi calon wakil presiden, hingga menyampaikan pesan dakwah sesuai hati nurani dan fakta.

"Itu yang membuat umat suka. Pendatang baru yang menawan karena integritasnya. Wajar kalau ada ketertarikan yang sifatnya kolektif dari umat Islam di Indonesia. Apa lagi masyarakat saat ini merindukan sosok yang berintegritas," ucap Siti.[www.tribunislam.com]

Sumber : sindonews.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel