Anton Tabah: Banser Bakar Bendera Tauhid dengan Penuh Kebencian

Anton Tabah: Banser Bakar Bendera Tauhid dengan Penuh Kebencian

Dewan Pakar ICMI Pusat Anton Tabah Digdoyo menduga jika anggota Banser NU diselimuti kebencian ketika melakukan pembakaran bendera warna hitam bertuliskan kalimat Tauhid di Garut, Jawa Barat.

"Jika melihat bahasa tubuh Banser ketika membakar bendera tauhid tersebut sangat provokatif penuh kebencian,” kata Anton lewat keterangannya yang diterima Kricom, Sabtu (3/11/2018).

Anton menambahkan, pihaknya setuju dengan segala tuntutan pidana yang ditujukan ke pembakar bendera tersebut.

“Kalau tuntutannya seperti itu sangat tepat. Masak pembakar bendera tauhid bebas? Alasan memuliakan bendera tauhid? Tidak begitu," tegasnya.

Pihaknya tak menyangka reaksi umat Islam yang berdemo kemarin cukup besar hampir sama dengan demonstrasi pada 212 saat mendemo mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

“Tak terduga aksi spontanitas 211 kemarin sukses diikuti jutaan umat penuhi ruas-ruas Jalan Merdeka, Masjid Istiqlal, Monas, dengan tuntutan antara lain hukum pembakar bendera tauhid dan aktor intelektual nya dengan pasal penistaan agama,” jelasnya.

Dia mendesak pemerintah untuk mengakui bendera yang dibakar Banser adalah bendera Tauhid.

"Pemerintah harus akui bahwa bendera berwarna putih dan hitam bertulis kalimat tauhid adalah bendera umat Islam bukan bendera ormas apapun,” tutupnya.[www.tribunislam.com]

Sumber : kri.com

Sebarkan...