Ratusan Warga Masuki Area Vital Bandara Palu, Bantuan untuk Gempa Palu Jadi Terhambat

Ratusan Warga Masuki Area Vital Bandara Palu, Bantuan untuk Gempa Palu Jadi Terhambat

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta jumlah orang yang berada di bandara Mutiara Sis Al Jufri Palu, dibatasi.


Hal itu disampaikan Budi menanggapi laporan banyaknya masyarakat yang memadati bandara agar dapat keluar dari Palu menggunakan pesawat hercules milik TNI.

"Dari kemarin saya sudah koordinasikan, bahkan Dirjen saya masih di sana untuk memastikan mengurangi orang-orang yang di bandara," kata Budi Karya di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 1

"Karena kapasitas penerbangan dari angkatan udara dan komersial ini kan relatif sedikit, maka kami minta, orang-orang yang ke line site itu dibatasi," tambahnya seperti dirilis KOMPAS.

Sementara, seorang warganet mengungkap, sejumlah relawan dari Makassar gagal berangkat karena bandara ditutup.

Penutupan bandara itu disebabkan adanya ribuan warga yang memasuki bandara dan areal landasan.

Berikut kutipan laporan warganet Herriy Cahyadi

Penerbangan tim relawan terutama medis tertunda sampai waktu yang tidak ditentukan. TNI akan berfokus pada pengiriman anggota untuk mengamankan akses vital.

Warga membanjiri bandara diyakini karena dua hal. Pertama, menunggu bantuan datang. Kedua, hendak naik Hercules menuju Makassar untuk mengungsi. Lagi-lagi pesawat bantuan tertunda. Bagaimana bisa chaos seperti ini? Ini belum terhitung chaos penjarahan terhadap toko-toko, terhadap mobil bantuan yang melintas, bahkan barang-barang yang tidak ada urusannya dengan perut.

Sampai kapan negara ini ditangani oleh orang-orang amatiran?

Ini pengumuman resmi dari TNI AU terkait kenapa pembatalan penerbangan. Padahal tim saya sudah di sana dan siap take off. Tapi kekhawatiran penjarahan membuat TNI AU menunda. [www.tribunislam.com]





Sumber : portal-islam.id

Sebarkan...