Pemerintah Belum Maksimal Tangani Korban Gempa di Donggala


Pemerintah Belum Maksimal Tangani Korban Gempa di Donggala

Puing-puing bangunan dan sejumlah alat transportasi masih terlihat berserakan tanpa penanganan maksimal. Beginilah kondisi Donggala, salah satu wilayah Sulawesi Tengah terdampak gempa dan tsunami.


Donggala juga menjadi “jalur hantu” bagi mereka yang ingin menyalurkan bantuan dan logistik dari Mamuju ke Palu. Hal ini karena warga tak jarang menyetop truk dan mobil bantuan, lalu mengambil muatan untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.

“Kami ambil, kalau tidak kami tidak dapat (bantuan),” ujar salah seorang warga yang ikut berkerumun di pinggir jalan.

Kendati demikian, mereka mengaku bantuan yang paling dibutuhkan adalah tenda untuk menginap, selain makanan dan minuman. “Kami butuh tenda untuk menginap di atas bukit,” lanjutnya.

Pantauan Kiblat.net ketika melewati jalur ini, sebagian warga mendirikan tenda menggunakan terpal, meski ada juga yang menegakkan tenda lipat sendiri. Belum terlihat bantuan pemerintah yang signifikan di daerah ini.

Sementara Kepala BNPB Willem Rampangilei mengakui bahwa bantuan ke Donggala belum maksimal. Dia beralasan hal itu terkendala sumber daya terbatas.

“Dung, (bencana) besar. Ketersediaan sumber daya tidak ada sementara kebutuhan sumber daya besar, material maupun personel,” ujar Willem di halaman Korem Tadulako, Palu, Selasa (02/10/2018).

Namun, ia mengklaim bahwa personel dari Babinsa dan Dandim dll pada hari ketiga bencana telah membntu di sana. Willem juga mengatakan bahwa pihaknya akan menerjunkan tim secara totalitas pada Rabu (03/10/2018). [www.tribunislam.com]

Sumber : kiblat.net

Sebarkan...