Kata Demul, Kiai Ma'ruf Masih Keturunan Kerajaan Sumedang



Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 01, Ma'ruf Amin menyambangi Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi-Ma'ruf, Dedi Mulyadi (Demul). Pertemuan dilangsungkan di Rumah Kembar, Purwakarta, Jawa Barat, Rabu (3/10).


Ditemui usai menggelar pertemuan, Demul memgaku memiliki panggilan sayang untuk Ma'ruf. Ia meminta izin untuk memanggil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu dengan sebutan 'Mbah'.

"Hari ini saya sudah izin kepada Pak Kiai Ma'ruf Amin untuk merubah panggilan. Kini saya bisa memanggil Pak Kiai dengan panggilan Mbah Ma'ruf," ujar Demul di lokasi.

Mantan Bupati Purwakarta itu menilai orang Sunda sudah cukup lama merindukan sosok pemimpin negeri yang berasal dari tatar priangan. Saat ini kehadiran Ma'ruf sebagai cawapres dianggap merepresentasikan harapan tersebut.

Ma'ruf yang diketahui berasal dari Banten, dianggap tetap sebagai warga keturunan Sunda. Sebab di zaman dahulu, Jawa Barat dan Banten merupakan satu wilayah. Sehingga sekarang meski telah terbelah menjadi dua wilayah, secara basis kultural tetap memiliki kesamaan.

"Orang Jabar itu sudah lama kangen setelah Pak Umar Wirahadikusumah (Wapres periode 1983-1988), kangen ingin  punya pemimpin orang Sunda karena Jabar dan Banten itu dulu satu provinsi, satu kultur, satu budaya," jelas Demul.

Selain itu, Demul menyebut jika Ma'ruf memiliki silsilah keturunan dari kerajaan Sumedang. Sehingga mantan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu dianggap memiliki darah Sunda.

"Beliau keturunan Pangeran Desa Ulun, raja terakhir di kerajaan Sumedang. Pangeran ini punya istri namanya Harisbaya yang berasal dari orang Madura," pungkasnya.[www.tribunislam.com]

Sumber : jawapos.com

Sebarkan...