Terduga Pelaku Persekusi Ustadz Abdul Somad di Bali Ternyata Cengeng


Terduga Pelaku Persekusi Ustadz Abdul Somad di Bali Ternyata Cengeng

Satreskrim Polresta Denpasar yang dibantu pasukan Brimob Polda Bali menangkap I Ketut Putra Ismaya Jaya salah satu pelaku persekusi Ustadz Abdul Somad di Bali pada tahun 2017. Ia ditangkap karena diduga melawan pejabat pemerintah yang sedang menjalankan tugas negara dan atau penganiayaan dan atau kejahatan terhadap kemerdekaan orang.


Ismaya merupakan pentolan salah satu ormas yang sangat terkenal. Sepak terjangnya banyak meresahkan masyarakat Bali. Termasuk aksinya saat masuk dan mencari-cari Ustad Abdul Somad di Hotel Aston Bali pada Desember tahun 2017 yang lalu.

Setahun tidak ada kabar beritanya tentang Ismaya ternyata pada berapa waktu lalu ia tertangkap dan ditahan di Mako Brimob Polda Bali. Dalam informasi yang disampaikan oleh  Zulfikar Ramli selaku Ketua Tim Pengacara UAS di Bali kepada Panjimas pada hari Selasa (4/9) dijelaskan bahwa tokoh aktor lapangan persekusi UAS itu ternyata adalah seorang yang pengecut dan preman cengeng.

“Saya mendapat video penahanan Ismaya oleh Polisi Bali. Di dalam video itu ternyata dia adalah seorang preman yang cengeng dan mudah menangis. Berbeda sekali saat dia melakukan persekusi yang kasar kepada UAS,” tutur Zulfikar Ramli pada (4/9).

Seperti diketahui bahwa Ismaya termasuk salah seorang preman yang ditangkap oleh jajaran Polda Bali saat dilakukan kampaye besar-besaran dalam memberantas aksi premanisme yang dilakukan oleh Kepolisian Polda Bali dengan seluruh jajaran masyarakat.

“Saya katakan bahwa mulai hari ini, perlawanan masyarakat terhadap premanisme akan digelorakan. Desa adat saya minta untuk menghukum mereka secara adat. Asingkan mereka secara adat. Karena mereka kelompok kecil yang cengeng. Ditangkap saja mereka nangis dipenjara,” ujar Golose selaku Kapolda Bali dihadapan para wartawan saat deklarasi perang melawan preman di Bali.

Saat ini Tim Advokasi Ustad Abdul Somad (UAS) di Bali juga tengah kosentrasi untuk menyeret dan menjadikan salah seorang pelaku aktor intelektual persekusi UAS lainnya untuk diajukan ke pengadilan. Adalah salah seorang Anggota DPD Bali, Arya Weda Karna (AWK) yang menjadi aktor intelektual persekusi karena tindakannya melakukan provokasi di media sosial terhadap dakwah Ustd Abdul Somad. [www.tribunislam.com]

Sumber : panjimas.com



Sebarkan...