Kritik Mendag Enggar, Fadli Zon: Menteri Tukang Impor Copot Saja!

Kritik Mendag Enggar, Fadli Zon: Menteri Tukang Impor Copot Saja!

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon meminta agar Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita dicpot dari jabatannya akibat kebijakannya yang mengimpor beras.


Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPR RI tersebut lewat akun Twitternya, Kamis (20/9). Menurutnya, kebijakan Enggar tersebut telah mengkhianati petani dan ikut melemahkan rupiah.

“Menteri tukang impor @EnggarMendag harus dicopot, mengkhianati petani, ikut melemahkan rupiah, merugikan negara. #CopotMendag,” cuit Fadli.



Cuitan Fadli Zon ini menanggapi postingan politikus Demokrat, Zara Zettira. Zara sendiri mengutip pernyataan Anggota Komisi IV DPR Fraksi PDIP, Ono Surono yang menyebut Kementerian Perdagangan hanya mau mengurus impor beras saja.

Menurut Ono Surono, Kemendag tidak mau tahu produksi padi, stok cadangan beras, hingga masalah harga dan gudang beras yang sudah penuh.

Sehingga, Ono Surono mengusulkan agar nama Kemendag diganti menjadi Kementerian impor Pangan.

"Anggota Komisi IV DPR Fraksi PDIP, Ono Surono menyatakan aneh bila Kemendag hanya mau urus impor saja tanpa mau tahu produksi padi, stok/cadangan, harga dan masalah gudang yang sudah penuh. Kalau begitu ubah saja namanya menjadi Kementerian impor Pangan," tulis Zara Zettira melalui akun @zarazettirazr, Rabu (19/9/2018).

Sebelumnya, Direktur Utama Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Budi Waseso (Buwas) menyebut jika sampai tahun depan Indonesia tidak memerlukan impor beras. Hal tersebut karena cadangan beras bulog bisa mencapai 3 juta ton hingga akhir 2018.

“Berdasarkan fakta dan data yang dihitung oleh para ahli dalam tim mengatakan dan merekomendasikan sampai bulan Juni 2019 tidak perlu impor,” kata Buwas saat acara konferensi pers di Kantor Pusat Bulog Jakarta, Rabu (19/9).

Sebelumnya, Buwas mengatakan, stok beras sebanyak 2,6 juta ton yang ada di Bulog saat ini masih lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Bahkan kebutuhan untuk impor masih belum perlu dilakukan saat ini dan kemungkinan besar hingga akhir tahun.[] [www.tribunislam.com]

Sumber : akurat.co

Sebarkan...