Hadiri Rapim MUI, KH Ma'ruf Amin Mengaku Masih Aktif Sebagai Ketua Umum


Hadiri Rapim MUI, KH Ma'ruf Amin Mengaku Masih Aktif Sebagai Ketua Umum

Bakal calon Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin menghadiri rapat pimpinan Majelis Ulama Indonesia di Jakarta, Selasa (18/9/2018). Dalam kesempatan itu, ia mengatakan bahwa dirinya masih aktif sebagai ketua umum dan membantah telah mengundurkan diri.


“Masih aktif, kan belum,” kata KH Ma’ruf di Gedung MUI, Jakarta (18/9/2018), lansir Viva.co.id.

KH Ma’ruf juga mengungkapkan bahwa kehadirannya hari ini sebagai aktivitas rutin di MUI.

“Rapat biasa, Selasa rapat saja,” ujarnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid Sa’adi mengatakan bahwa KH Ma’ruf Amin telah berstatus non-aktif sebagai ketua umum.

Zainut menjelaskan status tersebut diputuskan demi menjaga independensi MUI dari politik praktis.

“Sejak ditetapkannya Kiai Ma’ruf sebagai cawapres oleh KPU, beliau sudah berketetapan nonaktif dari ketua umum. Sikap itu ditegaskan lagi oleh kiai, tadi,” kata Zainut melalui keterangan persnya, Selasa (28/9).

Zainut menilai, status nonaktif Ma’ruf Amin semata-mata didasari pertimbangan agar posisinya sebagai cawapres tidak menimbulkan pro-kontra di masyarakat, termasuk di internal MUI.

“Beliau ingin fokus mengerjakan amanat karena dipercaya sebagai cawapres Jokowi, sebagaimana fokusnya Beliau mengabdi di MUI selama ini,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua MUI Bidang Informasi dan Komunikasi Masduki Baidlowi mengatakan bahwa posisi Kiai Ma’ruf saat ini memang masih aktif di MUI. Soal bagaimana status Kiai Ma’ruf apakah cuti atau berhenti akan diputuskan di Rapat Kerja Nasional (Rakernas) MUI November mendatang pascapenetapan cawapres dan masa kampanye.

Di Rakernas MUI tersebut akan dibahas bagaimana peraturan organisasi bila ketua umumnya menjadi capres atau cawapres karena persoalan seperti Kiai Maruf ini merupakan kali pertama yang dihadapi MUI. Belum ada aturan baku yang mengatur seperti apa.

“Karena itu MUI perlu segera setelah Kiai ditetapkan (cawapres), membentuk peraturan organisasi bagaimana seharusnya ketua umum yang terpilih sebagai capres/cawapres atau presiden dan wapres,” kata Baidhowi, lansir republika.co.id [www.tribunislam.com]

Sumber : arrahmah.com

Sebarkan...