Tak Berdaya Hadapi Koalisi, Ini 4 Bukti Jokowi sebenarnya pilih Mahfud MD sebagai cawapres


Hampir sepekan berlalu, penunjukan cawapres Jokowi masih menyisakan tanya. Di mana kabar beredar cawapres yang dipilih Jokowi adalah Mahfud MD. Namun semua berubah seketika saat Jokowi mengumumkan pendampingnya pada Pilpres nanti ialah Ma'ruf Amin. Sontak saja ini membuat publik terkejut.


Dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC) di TvOne, Mahfud MD blak-blakan mengungkapkan kejadian sebenarnya. Mantan Ketua MK itu juga menegaskan jika cawapres yang sebenarnya dipilih Jokowi adalah dirinya. Berikut bukti Jokowi pilih Mahfud MD sebagai cawapres:

1. Diundang ke kediaman Mensesneg Pratikno

Awal mula Mahfud MD mengetahui dipilih menjadi cawapres Jokowi saat dirinya diundang ke kediaman Mensesneg Pratikno pada 1 Agustus sekitar pukul 23.00 WIB. Dia menceritakan di rumah Mensesneg hadir pula Koordinator Staf Khusus Presiden Teten Masduki. Saat itu lah, Mahfud MD mengaku diberitahu soal pilihan cawapres Jokowi sudah mengerucut kepada dirinya.

"Lalu saya diberitahu bahwa pak Mahfud sekarang pilihan sudah mengerucut ke bapak harap bersiap-siap nanti pada saatnya akan diumumkan, syarat-syarat yang diperlukan segera mulai disiapkan tidak harus lengkap yang penting ada dulu. Itu tanggal 1 tengah malam jam 23.00 di Widya Chandra," kata Mahfud MD di acara Indonesian Lawyer Club yang disiarkan TvOne, Selasa (14/8).

2. Detail deklarasi Mahfud sudah disiapkan

Dalam acara Indonesian Lawyer Club yang disiarkan TvOne, Mahfud MD menceritakan jika dia sudah diberitahu detail oleh Mensesneg Pratikno mengenai deklarasi dirinya. Sebelum deklarasi, Mahfud diminta membonceng Jokowi naik sepeda motor dari Gedung Joang 45.

"Saya diundang lagi ke kediaman Mensesneg Pratikno, kata Pak Pratikno 'Pak Mahfud besok akan diumumkan detail, sudah diputuskan, semuanya sudah disiapkan. Upacaranya nanti berangkat dari gedung Joang, nanti Pak Mahfud naik sepeda motor bersama Pak Jokowi. Pak Mahfud bonceng Pak Jokowi'," kata Mahfud MD menirukan pernyataan Pratikno.

Menurut Mahfud, dia sempat menanyakan kenapa naik sepeda motor tidak masing-masing. Jadi Jokowi mengendarai satu, Mahfud MD satu sepeda motor. Namun Koordinator Staf Khusus Presiden Teten Masduki yang juga kembali hadir di kediaman Pratikno menjelaskan, bila masing-masing membawa motor tidak terlihat bagus saat dipotret media.

"Saya bilang kenapa tidak naik sama-sama saja, saya satu Pak Jokowi satu. Nanti nggak bagus kata Pak Teten, 'Pak Mahfud ke kiri, Pak Jokowi belok ke kanan nanti jelek dipotret wartawan'. jadi sdh detail begitu," ujarnya.

3. Mahfud MD diberitahu pengumuman pukul 16.00 WIB

Hingga Kamis (9/8) siang, nama Mahfud MD masih kuat menjadi cawapres Jokowi. Rencananya Jokowi akan mengumumkan cawapres pilihannya tersebut pada pukul 16.00 WIB di Restauran Plataran, Menteng, Jakpus.

Hal ini diungkapkan Koordinator Staf Khusus Presiden Teten Masduki kepada Mahfud MD. Sebelum akhirnya diumumkan Ma'ruf Amin, Mahfud MD adalah cawapres yang diinginkan Jokowi sebagai pendampingnya di Pilpres 2019. "Pak Mahfud nanti datang ke sana sambil menunggu nanti duduk apa namanya di ruang seberang begitu akan deklarasi nanti ya tampil tinggal menyeberang," kata Mahfud menirukan perkataan Teten.

4. Dipanggil Jokowi ke Istana

Setelah akhirnya Mahfud MD gagal jadi cawapres, Jokowi memanggil mantan ketua MK tersebut ke Istana. Jokowi menjelaskan bahwa dirinya dihadapakan pada situasi serba sulit ketika detik-setik pengumuman cawapres. Di mana saat itu Jokowi menginginkan Mahfud MD sebagai pendampingnya, namun partai-partai koalisi mengajukan calon-calon lain.

"Pak Jokowi menjelaskan bahwa dihadapakan pada situasi serba sulit, clear Pak Jokowi mengatakan 'sampai kemarin sore saya sudah perintahkan mengerucut satu Pak Mahfud'. 'Tapi tiba-tiba sore, partai-partai datang mengajukan calon sendiri-sendiri berbeda-beda'," kata Mahfud MD menirukan pernyataan Jokowi di acara Indonesian Lawyer Club yang disiarkan TvOne, Selasa (14/8).

Dengan begitu Jokowi pun tidak bisa menolak lantaran dia bukan ketua partai. Sementara koalisi harus segera ditandatangani. Jokowi pun meminta maaf kepada Mahfud MD atas apa yang terjadi. "Lalu saya bilang ke Pak Jokowi, bapak tidak salah, kalau saya di posisi Pak Jokowi mungkin saya melakukan hal yang sama. Oleh sebab itu bapak tidak usah merasa bersalah saya terima dengan ikhlas, negara ini harus berjalan," ujar Mahfud MD. [www.tribunislam.com]

Sumber : merdeka.com

Sebarkan...