Skandal Seks Gereja Terungkap, Vatikan Akui Malu dan Sedih


Menanggapi laporan yang memberatkan oleh dewan juri Mahkamah Negara Bagian Pennsylvania Amerika Serikat (AS) tentang pelecehan seksual terhadap ribuan anak oleh 300 Pastur, Kepemimpinan Paus di Vatikan Roma, menyatakan pihaknya merasa “malu dan sedih”.


Dewan juri AS Selasa (14/08) menerbitkan temuan penyelidikan terbesar pelecehan seksual yang pernah terjadi di Gereja Katolik Amerika Serikat. Laporan investigasi panel juri selama 18 bulan itu menemukan lebih dari 1.000 anak telah dilecehkan oleh pastor-pastor dari enam paroki di negara bagian Pennsylvania selama 70 tahun terakhir.

“Kami meyakini bahwa angka sebenarnya—mencakup anak-anak yang catatannya hilang atau takut tampil ke muka—berjumlah ribuan,” tulis laporan itu.

Dalam pernyataannya, juru bicara Vatikan Greg Burke juga mengatakan Gereja Katolik “harus belajar pelajaran yang sulit dari masa lalunya”.

Ia juga mengatakan bahwa Vatikan bersumpah untuk memastikan pelaku bertanggung jawab.

Pernyataan itu menekankan “kebutuhan untuk mematuhi” hukum sipil. termasuk pelaporan wajib pelecehan terhadap anak di bawah umur dan mengatakan Paus Fransiskus memahami bagaimana “kejahatan ini dapat mengguncang iman dan keyakinan orang-orang yang percaya”, dan bahwa pihaknya ingin “membasmi peristiwa tragis ini”.

Sebelumnya pada Kamis (16/08), para Uskup Katolik Roma Amerika Serikat menyerukan penyelidikan yang dipimpin Vatikan yang didukung para penyelidik untuk melakukan penyelidikan tuduhan pelecehan seksual mantan Kardinal Washington Theodore McCarrick, yang mengundurkan diri bulan lalu.

Jaksa Agung Negara Bagian Pennsylvania, Josh Shapiro, menegaskan pihaknya akan berupaya agar sensor itu dicabut sehingga nama-nama pastor yang diduga terlibat dapat diungkap semua sehingga diketahui publik AS.

“Pejabat-pejabat gereja secara rutin dan sengaja menggambarkan pelecehan sebagai permainan kuda-kudaan, bergulat, atau tindakan tak patut. Padahal istilahnya bukan itu. Ini adalah pelecehan seksual terhadap anak-anak, termasuk pemerkosaan,” jelas Jaksa Agung Pennsylvania Shapiro.

Dalam laporan investigasi ini juga mengritik Uskup Agung Washington DC, Kardinal Donald Wuerl yang sebelumnya bertugas di Pittsburgh, karena dianggap berperan menutup-nutupi peristiwa-peristiwa dugaan pelecehan seksual tersebut.

Dalam pembelaannya sebelum laporan investigasi diumumkan ke publik, Kardinal Wuerl merilis pernyataan yang menegaskan dirinya “telah mengambil langkah-langkah agar pelanggaran tidak terjadi, dengan memperhatikan para korban serta demi mencegah tindak pelecehan terjadi di masa mendatang”.

“Laporan ini akan menjadi pengingat kegagalan serius yang harus diakui Gereja dan oleh karenanya Gereja harus memohon maaf,” tulis Donald Wuerl.

Uskup Agung Washington, Kardinal Theodore McCarrick, mengundurkan diri dari jabatannya di tengah tuduhan bahwa dia pernah melecehkan seorang remaja pada era 1970-an.

Panel juri Pennsylvania yang dibentuk pada 2016, mewawancarai puluhan saksi dan mencermati lebih dari 500.000 halaman dokumen-dokumen internal dari setiap paroki di negara bagian tersebut, kecuali Philadelphia dan Altoona-Johnstown yang sudah diselidiki lebih dulu.

Kebanyakan korban pelecehan mengklaim mereka dibius atau dimanipulasi. Beberapa korban mengaku dipukuli keluarga mereka sendiri yang tidak percaya cerita soal pelecehan seksual yang mereka alami.

Umat Katolik di Negara Bagian Pennsylvania berjumlah sekitar 3 juta orang.

Media di AS melaporkan jumlah investigasi panel juri terhadap dugaan pelecehan seksual Gereja Katolik di Pennsylvania adalah yang terbanyak di seantero negeri.

Laporan investigasi yang terbaru menambah panjang daftar dugaan pelecehan seksual di Gereja Katolik.[www.tribunislam.com]

Sumber : panjimas.com

Sebarkan...