Mudzakarah Seribu Ulama di Tasikmalaya Tak Terkait Ijtima Ulama di Jakarta


Mudzakarah Seribu Ulama di Tasikmalaya Tak Terkait Ijtima Ulama di Jakarta

Ketua Panitia Mudzakarah Seribu Ulama dan Kongres Mujahidin, dr. Isa Ridwan, Sp.OT. menegaskan bahwa Mudzakarah Ulama di Tasikmalaya ini tidak terkait dengan rangkaian kegiatan Multaqo Ulama atau Ijtima Ulama di Jakarta baru-baru ini.


Sebagaimana diketahui, GNPF Ulama pada akhir Juli 2018 menggelar Ijtima Ulama di Hotel Menara Peninsula untuk memberikan rekomendasi nama pasangan capres-cawapres pada Pilpres 2019

“Ini bukan rangkaian dari Ijtima Ulama di Jakarta, kita konsepnya tidak sekadar jangka pendek seperti Pilpres 2019, tapi kita ingin jangka panjang,” kata dr. Isa kepada Kiblat.net di lokasi Mudzakarah pada Sabtu, 4 Agustus 2018.

Mantan Ketua Mer-C Solo ini menegaskan, Indonesia merupakan negeri yang didirikan oleh para ulama, disuburkan oleh darah para syuhada.

“Kita pernah berpecah menjadi RIS dan bersatu lagi menjadi NKRI itu adalah berkat peran ulama, salah satunya peran M. Natsir,” jelas dia.

Oleh karena itu, menurut dr Isa semestinya umat Islam di Indonesia menikmati kemerdekaan itu. Tapi kenyataannya sekarang terbalik. Yang mengaku paling NKRI, paling Pancasila, dan paling Bhineka, kebanyakannya adalah orang-orang nonmuslim.

“Jadi pada kesempatan ini kami ingin para ulama lebih berperan, jangan lagi ulama dan umat hanya digunakan untuk mendulang suara menjelang Pemilu,” terangnya.

Panitia Mudzakarah Seribu Ulama berharap para ulama bisa turut menentukan arah perjalanan negeri ini.

“Kami ingin negeri ini menjadi negeri yang diridhai Allah, baldatun thayyibatun wa Rabbun ghafur. Dan itu hanya bisa dicapai dengan penegakan syariat Islam,” pungkas dia. [www.tribunislam.com]

Sumber : kiblat.net



Sebarkan...