Kader PDIP: Nama Ma'ruf Amin Lebih Dikenal daripada Mahfud MD


Keputusan Joko Widodo (Jokowi) menggandeng KH Ma'ruf Amin untuk maju dalam kontestasi pemilihan presiden (Pilpres) 2019 mendatang mendapatkan respons positif dari kader PDI Perjuangan di daerah, terutama Cirebon.


Menurut Ketua DPC PDIP Kabupaten Cirebon, H. Mustofa pihaknya siap memenangkan pasangan Jokowi-Ma'ruf di Pilpres mendatang dengan konsolidasi di level akar rumput.

Pilihan Jokowi memilih sosok dari kalangan ulama, imbuhnya adalah keputusan tepat. Terlebih, Cirebon yang merupakan daerah basis pondok pesantren, maka nama Ma'ruf Amin lebih dikenal, daripada nama Mahfud MD atau sosok nama lainnya.

"Karena banyak pesantren, nama Kiai Ma'ruf lebih dikenal di desa-desa. Sudah benar, Pak Jokowi menggandeng ulama. Kami yakin, Pak Jokowi jadi Presiden lagi," ujar Mustofa kepada JawaPos.com di sela kegiatannya di Kecamatan Talun, Cirebon, Minggu (19/8).

Mustofa mengatakan, pencapresan Jokowi didampingi ulama besar dari NU tersebut akan melengkapi aspirasi masyarakat nasional religius. Di samping itu, Ketua MUI tersebut ada keterikatan batin dengan para santri dan pondok-pondok pesantren.

Selain itu, nama Ma'ruf Amin, sambungnya dinilai bisa membantu meningkatkan elektabilitas suara Jokowi. Pamor Jokowi, ditambahkannya, semakin tinggi karena selama empat tahun memimpin negara ini, Jokowi sudah berhasil membuktikan hasil kinerja yang bermanfaat bagi masyarakat.

"Secara popularitas dan elektabilitas nama Pak Jokowi meningkat terus, karena prestasi kinerjanya dirasakan masyarakat langsung. Itu modal politik Pak Jokowi terpilih lagi jadi Presiden," ujarnya.
Lebih lanjut terkait pemilihan pasangan Prabowo, Sandiaga Uno, menurutnya menjadi tantangan tersendiri untuk meraih suara maksimal di Cirebon.

Selain karena nama orang tua Sandi dekat dengan masyarakat Indramayu, bakal cawapres Prabowo itu baru terpilih menjadi cawagub DKI Jakarta. Artinya, Sandi diperhitungkan dalam kontestasi Pilpres 2019 mendatang.

"Tapi, kami tidak takut. Saya yakin, Jokowi-Ma'ruf Amin menang bukan di Cirebon saja, tapi se-Ciayumajakuning," kata Mustofa yang juga Ketua DPRD Kabupaten Cirebon.

Berkaca pada pilpres 2014 lalu, pasangan Jokowi-JK menang di Kabupaten Cirebon dengan meraih suara 63 persen lebih. Melihat komposisi partai pendukung Jokowi-Ma'ruf Amin ada 9 partai, Mustofa yakin pilpres 2019 mendatang, suara Jokowi melejit minimal meraih 65 persen.

"Pileg dan pilpres yang berbarengan ini, saya yakin suara PDIP di Cirebon akan meningkat karena Pak Jokowi kader PDIP," ujar Mustofa.[www.tribunislam.com]

Sumber : jawapos.com

Sebarkan...