Jokowi: Relawan Kalau Diajak Berantem Berani, Begini Tanggapan Politisi Demokrat



Di hadapan ribuan pendukungnya, Jokowi meminta para relawan untuk berkampanye secara sehat, santun serta tidak mengobarkan permusuhan ke sesama warga. Menurutnya, hal itu penting dilakukan agar situasi politik menjadi teduh dan tidak penuh gejolak.



"Lakukan kampanye yang simpatik. Tunjukkan diri kita relawan yang bersahabat dengan semua golongan. Jangan bangun permusuhan, jangan membangun ujaran kebencian, jangan membangun fitnah-fitnah, tidak usah suka mencela, tidak usah suka menjelekkan orang. Tapi kalau diajak berantem juga berani," kata Jokowi dalam pidatonya di SICC, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (4/8).

Salah satu cara kampanye yang positif adalah dengan turun langsung mendengarkan keluhan dari masyarakat. Selain itu, para relawan juga diharapkan bisa meyakinkan masyarakat terhadap perubahan yang diciptakan selama ini. Jokowi menjelaskan, berbagai upaya dan perbaikan yang dilakukan oleh pemerintahannya saat ini tidak lain demi kemakmuran rakyat.

"Mari kita dengar bersama apa yang dibutuhkan rakyat. Yakinkan kepada mereka ada perubahan yang kita lakukan. Beberapa sudah kita lakukan beberapa dalam proses, beberapa akan kita kerjakan untuk negara kita, agar negara ini jadi lebih baik lagi," ungkapnya.

Jokowi juga mengajak seluruh relawan membangun persepsi positif tentang pemerintahannya saat ini. Caranya adalah dengan tidak segan-segan menceritakan keberhasilan pemerintahan yang telah membangun Indonesia secara merata, baik di wilayah timur dan pedesaan.

Meski begitu, Jokowi mengimbau kepada para relawan untuk tidak menghabiskan tenaga secara sia-sia, karena waktu persiapan pilpres masih cukup panjang.

"Saya perlu ingatkan kita semuanya masa kampanye panjang sekali. Oleh karena itu, kita harus atur nafas panjang kita. Mulai dari sekarang diatur, jangan semuanya dikeluarkan sekarang, nanti hari H malah loyo. Jangan seperti itu. Ibarat lari marathon, jangan lari di depan kencang, di akhir justru loyo," pungkasnya seperti dikutip kumparan.

Menanggapi hal itu, Politisi Demokrat, Ferdinand Hutahean menilai, sangat tidak etis seorang Presiden menganjurkan nilai kekerasan kepada pendukungnya.

"Pak @jokowi sepertinya ingin memprovokasi relawannya.

Sangat tidak etis seorang presiden menganjurkan nilai kekerasan kepada pendukungnya. Mestinya presiden menyarakan relawannya utk bersikap mematuhi aturan hukum, bkn memprovokasi mengikuti gaya premanisme.

Naudzubillah..!!" kata Ferdinand yang diterima opini-bangsa.com beberapa waktu lalu.


Pak @jokowi sepertinya ingin memprovokasi relawannya.

Sangat tidak etis seorang presiden menganjurkan nilai kekerasan kepada pendukungnya. Mestinya presiden menyarakan relawannya utk bersikap mematuhi aturan hukum, bkn memprovokasi mengikuti gaya premanisme.
Naudzubillah..!! https://t.co/gRmWoYp2zK
— FERDINAND HUTAHAEAN (@LawanPoLitikJKW) 4 Agustus 2018[www.tribunislam.com]

Sumber : opini-bangsa.com

Sebarkan...