Jokowi Janji Blok Migas untuk Kemakmuran Rakyat, Ratna Sarumpaet : Orang Waras dan Tidak Dungu Tidak Akan Percaya


Jokowi Janji Blok Migas untuk Kemakmuran Rakyat, Ratna Sarumpaet : Orang Waras dan Tidak Dungu Tidak Akan Percaya

Aktivis sekaligus seniman Ratna Sarumpaet menanggapi janji Jokowi terkait blok migas untuk kemakmuran rakyat.


Dilansir dari laman Twitternya pada Sabtu (11/8/2018), Ratna mengomentari sebuah artikel berita terkait blok migas.

Dalam komentarnya itu, Ratna mengatakan, orang waras dan tidak dungu maka tidak akan percaya dengan janji seorang pembohong.

"Orang2 Waras dan tidak dungu, tidak percaya Janji seorang Pembohong," paparnya.

Sebelumnya, capres Jokowi menjanjikan kekayaan alam termasuk blok migas akan digunakan untuk kemakmuran rakyat.

Bahkan, apabila terpilih lagi nantinya, Ia akan menjaga kedaulatan dan kekayaan alam Indonesia.


Tak hanya sekali ini saja Ratna menanggapi terkait yang dilakukan Jokowi.

Ratna bahkan sempat mengomentari Jokowi yang resmi menggandeng KH Ma'ruf Amin sebagai cawapres.

Dilansir dari laman Twitternya pada Jumat (10/8/2018), Ratna memposting potret Jokowi bersama KH Ma'ruf Amin.

Tak lupa, ia menuliskan sebuah kepsyen dalam postingannya tersebut.

"Kasihan sekali bangsa ini," kata Ratna.

Tak hanya itu, dalam postingan selanjutnya, Ratna Sarumpaet kembali memposting potret KH Ma'ruf Amin dan sebuah berita.

Didalam tangkap layar itu, tertulis judul berita mengenai Fatwa MUI terkait seorang pemimpin."Perlu Disebarkan, Fatwa MUI: Pemimpin Ingkar Janji Boleh Tak Ditaati dan Jangan Dipilih Kembali," tulis judul berita yang diposting Ratna Sarumpaet.

Ratna mengatakan, politik itu boleh apa aja.


"Boleh lupa, boleh bohong, boleh munafik," paparnya.

Bahkan, menurut Ratna, politik boleh secara sadar menyakiti rakyat yang seharusnya dilindungi.

Joko Widodo memilih Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma'ruf Amin sebagai calon wakil presiden untuk mendampinginya dalam kontestasi Pilpres 2019.

Keputusan Jokowi tersebut diambil setelah mendapat persetujuan dari sembilan partai politik koalisi pendukung Jokowi.

Dimulai sekiranya pukul 18.20 WIB, pengumuman tersebut berlangsung di lantai III Restoran Plataran Menteng, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat.

Selain itu, Jokowi juga menuturkan bahwa sembilan ketua umum partai koalisinya, telah sepakat dan menandatangani kertas pengusungan namanya dan KH Ma'ruf Amin.

Tak ketinggalan, ia pun membeberkan alasannya nama KH Ma'ruf Amin yang maju menjadi cawapresnya.

"Beliau (KH Ma'ruf Amin) adalah tokoh agama yang bijaksana, beliau pernah duduk sebagai anggota legislatif, DPRD, DPR RI, NU, dan sebagainya," kata Jokowi pada awak media, Kamis (9/8/2018).

Kemudian, KH Ma'ruf Amin menurutnya adalah sosok yang piawai, dan juga menjadi anggota Badan Pertimbangan Ideologi Pancasila.

Terakhir ia mengatakan, bahwa dirinya dan KH Ma"ruf Amin saling melengkapi, yang mana bersifat nasionalis dan religius.

"Menurut saya kami ini saling melengkapi, nasionalis dan religius," kata Jokowi dalam pengumumannya.

Ditemui TribunJakarta.com pada Kamis malam (9/8/2018), Ma'ruf Amin bersyukur dipilih sebagai cawapres oleh Jokowi.

Ia menilai keputusan Jokowi untuk memilihnya sebagai pendamping di Pilpres 2019 nanti merupakan sebuah penghargaan kepada kalangan ulama.

Sebab, lanjut Kiai Ma'ruf, Jokowi menganggap dirinya sebagai representasi ulama.

"Terima kasih kepada Pak Jokowi yang memilih saya untuk menjadi cawapres beliau. Saya menganggap ini penghargaan kepada ulama, penghargaan kepada ulama karena saya dianggapnya merepresentasikan ulama," ungkap Kiai Ma'ruf di teras rumahnya.

"Jadi saya anggap Pak Jokowi sangat memberikan penghargaan kepada ulama, karena itu saya berterima kasih," Kiai Ma'ruf menambahkan.

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma'ruf Amin menilai, sosok Joko Widodo adalah orang yang fokus bekerja.

Bakal calon presiden RI ini menilai Jokowi sudah bekerja secara efektif selama tiga tahun, meski ia tidak merinci apa saja prestasi Jokowi selama tiga tahun belakangan.

"Menurut saya dia baik sekali, dia konsisten, dia suka pada ulama. Prestasinya kan dia bekerja efektif itu tiga tahun. Tiga tahun itu tahun pertama orientasi, tahun kelima sudah hiruk pikuk, berarti efektif tiga tahun tapi prestasinya luar biasa. Karena itu menurut saya dia memang bekerja," kata Ma'ruf di kediamannya, Koja, Jakarta Utara, Kamis (9/8/2018) malam. [www.tribunislam.com]

Sumber : tribunnews.com


Sebarkan...