Diancam Mati, Anti Islam Geert Wilders Batalkan Kontes Kartun Nabi

Diancam Mati, Anti Islam Geert Wilders Batalkan Kontes Kartun Nabi

Geert Wilders, pemimpin oposisi anti-Islam di Belanda, membatalkan kompetisi kartun Nabi Muhammad yang memicu protes di Pakistan.


Politisi sayap kanan, yang dikenal karena pidato-pidatonya yang membara dan protes terhadap imigrasi dan Islam, mengatakan pada hari Kamis (30/8/2018) bahwa dia tidak ingin orang lain terancam akibat kontes yang dia rencanakan bulan November.

“Untuk menghindari risiko korban kekerasan, saya memutuskan untuk tidak melanjutkan kontes kartun,” katanya dalam pernyataan tertulis, mengklaim telah menerima ancaman pembunuhan.

Kontes yang dijadwalkan itu memicu protes kemarahan di Pakistan dan ancaman pembunuhan pekan ini dari seorang pria berusia 26 tahun, dilaporkan seorang Pakistan, yang ditangkap hari Selasa di Den Haag.

Sebelumnya pada hari Kamis, seorang hakim Belanda memperpanjang dua pekan penahanan pria yang diduga mengancam akan menyerang Wilders tersebut.

Jaksa mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa hakim investigasi memerintahkan tersangka yang ditahan saat diselidiki atas tuduhan membuat ancaman, membuat persiapan untuk pembunuhan dan hasutan.

Stijn van Kessel, seorang ilmuwan politik di Queen Mary University of London, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa kompetisi itu adalah taktik Wilders untuk mendapatkan perhatian media dalam menghadapi berkurangnya dukungan publik.

“Dia tidak benar-benar tertarik pada kontes kartun, tetapi ini adalah cara baginya untuk menghasilkan perhatian media; dia berharapperhatian  itu akhirnya akan berbuah menjadi suara bagi dirinya,” kata Kessel.

Penggambaran fisik nabi dilarang dalam Islam dan sangat menyinggung kaum Muslim.

Di Pakistan, ribuan orang yang marah atas rencana Wilders berbaris menuju ibukota, Islamabad, pada hari Kamis.

Sekitar 10.000 pendukung Partai Tehreek-i-Labaik Pakistan memulai pawai pada hari Rabu, menyerukan kepada pemerintah untuk memutuskan hubungan diplomatik dengan Belanda.

Pemerintah Pakistan telah bersumpah untuk memprotes kontes di PBB.

Pemerintah Belanda telah menjauhkan diri dari kompetisi, dengan Perdana Menteri Mark Rutte mengklarifikasi bahwa Wilders, pemimpin Partai Kebebasan oposisi, bukanlah anggota pemerintah.

Wilders mengumumkan kontes pada bulan Juni dan mengaku telah menerima 200 pendaftar sejauh ini. Pemenang akan menerima hadiah uang tunai. [www.tribunislam.com]

Sumber : jurnalislam.com

Sebarkan...