Berusia 300 Tahun, Masjid Bayan di Lombok Tetap Kokoh Meski Diguncang Gempa

Berusia 300 Tahun, Masjid Bayan di Lombok Tetap Kokoh Meski Diguncang Gempa

Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), tengah mengalami musibah. Gempa berkekuatan 7 Skala Richter (SR) disusul 6,2 SR dan ratusan gempa berskala ringan telah menelan 300 lebih korban jiwa.


Selain itu,  banyak bangunan rusak akibat gempa di wilayah tersebut. Namun, ada sebuah masjid yang tetap bersiri kokoh meski diguncang gempa yang demikian hebat. Masjid tersebut adalah Masjid Kuno Bayan di Kampung Adat Bayan, Lombok Utara.

Masjid berusia 300 tahun yang berjarak 80 kilometer dari ibu kota Provinsi NTB, sama sekali tak mengalami kerusakan berarti.

Hanya pagar tembok yang berserakan diterjang gempa. Sedangkan bagian lain berupa dinding bambu, atap kerangka bambu dan injuk serta pondasi batu sama sekali tak mengalami kerusakan.

Bangunan itu terlihat masih berdiri kokoh di atas gundukan bukit kecil. Demikian pula halnya dengan rumah adat di Kampung Adat Bayan yang tidak mengalami kerusakkan berarti.

Di Bayan Barat terdapat tiga lumbung padi dan 2 bruga (pendopo). Warga kampung adat juga tetap menghuni rumah yang terbuat dari bambu sera beratapkan ilalang.

“Alhamdulillah tidak ada yang rusak,” kata Raden Kertamaji, penjaga rumah adat. Kerusakan hanya terjadi pada pagar tembok yang membatasi dengan jalan raya saja.

Masjid kuno Bayan itu telah masuk bagian dari situs bersejarah karena berdiri pada abad ke-17. Saat ini diperkirakan usianya telah lebih dari 300 tahun.

Kecamatan Bayan adalah salah satu gerbang masuknya Islam di Pulau Lombok. Di kecamatan inilah, Islam pertama kali diperkenalkan, dan Masjid Bayan Beleq merupakan masjid pertama yang berdiri di pulau tersebut. Masjid kuno Bayan dihormati oleh pemeluk Agama Islam Wetu Telu. [][www.tribunislam.com]

Sumber : islampos.com, liputan6.com

Sebarkan...