Dulu Aktivis 98 Lengserkan Soeharto karena Dolar dan BBM Naik, Kini Situasi Sama Malah Dukung Jokowi

Dulu Aktivis 98 Lengserkan Soeharto karena Dolar dan BBM Naik, Kini Situasi Sama Malah Dukung Jokowi

Pelaksanaan acara Rembuk Nasional Aktivis ’98 pada hari Sabtu (7/7/2018) lalu dinilai mempertontonkan hal-hal yang dianggap keliru dan menyesatkan. Hal ini dikatakan Larshen Yunus, Ketua Presidium Pusat Gabungan Aksi Mahasiswa Alumni Riau (Gamari).


Dikatakan Yunus, bila merujuk dari tema acara, tentunya semua masyarakat indonesia sepakat atas semangat kebersamaan dalam melawan radikalisme maupun intoleransisme. Namun faktanya, kegiatan tersebut telah melacuri Hakikat dari aktivis yang sesungguhnya.

“Ya tentu saja saya kecewa dan prihatin dengan sikap dari para senior dan rekan-rekan yang hadir pada saat itu. Semestinya Rembuk Nasional Aktivis 98 itu tidak ditunggangi dengan adanya deklarasi dukungan terhadap Jokowi pada kontestasi Pilpres tahun 2019 yang akan datang, ini kok jadi norak seperti itu,” ujar Yunus kepada Voa Islam, Rabu (11/7/2018).

Lanjut Yunus, bahwa sebenarnya kegiatan itu sudah lama dicurigai sebagai suatu kesempatan bagi salah satu oknum maupun organisasi relawan Jokowi yang ingin unjuk gigi. “Bagi saya, ini adalah penghinaan terhadap semangat perjuangan reformasi yang telah dilakukan oleh para Aktivis 98 tempo lalu,” tegas Yunus.

Menurut Yunus, dalam catatan organisasi yang dipimpinnya (PP Gamari),  selama menjabat presiden, Joko Widodo telah banyak mengeluarkan kebijakan yang menyusahkan rakyat. Seperti harga BBM selalu naik, tanpa disertai dengan informasi maupun publikasi kepada seluruh rakyat indonesia, begitupula dengan kenaikan harga tarif dasar listrik.

“Coba kita ingat lagi, pada tahun 1998 yang lalu, harga dolar melambung tinggi, sehingga nilai tukar rupiah semakin melemah. Itulah alasan yang membuat aktivis mahasiswa dan pemuda pada saat itu mendesak agar rezim Soeharto turun dari singgasana istana presiden. Sementara pada tahun 2018 ini juga menunjukkan hal yang sama, dolar juga melambung tinggi, tetapi berani-beraninya oknum-oknum dalam kegiatan Rembuk Nasional Aktivis 98 kemarin mendukung Jokowi presiden dua periode. Ini lelucon apa sebenarnya?!” ujar Yunus.[www.tribunislam.com]

Sumber : voa-islam.com

Sebarkan...