Divestasi Saham Freeport Dibanggakan, Rocky Gerung: Ngusir Maling Pake Duit. Ya Dungu


Pada Kamis (12/7/2018), Kementerian Keuangan (Kemkeu), Kementerian BUMN, Kementerian ESDM dan PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) serta Freeport McMoRan.inc (FCX) menandatangani Head of Agreement (HoA) untuk menyepakati pokok-pokok divestasi saham 51% Freeport Indonesia. HoA tersebut mengikat harga divestasi saham 51% senilai US$ 3,85 miliar atau Rp 55 Triliun lebih. Dan duit untuk beli saham Freeport ini berasal dari pinjaman (baca: utang) sindikasi 11 bank, termasuk 4 bank asing.



Para pendukung Jokowi menyebut ini sebagai pencapaian yang luar biasa. Akhirnya Freeport bisa direbut kembali ke pangkuan ibu pertiwi, bla bla bla...

Namun hal sebaliknya banyak disampaikan pihak lain.

"Ngusir maling pake duit. Ya dungu," ujar Rocky Gerung di akun twitternya, Kamis (12/7/2018).

Walau tidak menyebut apa-apa, tapi twit Rocky Gerung ini jelas terkait pembelian 51% saham Freeport.

Padahal kontrak freeport akan habis di tahun 2021 dan 100% sepenuhnya akan dimiliki Indonesia.

"Bua ha ha. Kenapa urusannya jadi nasionalisme sih? Tanpa negosiasi apa-apa, kontrak karya Freeport itu abis tahun 2021. 100% jadi penguasaan Indonesia. Sekarang (diperpanjang -red) sampai tahun 2041, 49% nya masih di tangan Freeport. Itupun kalo harganya ketemu dan duitnya ada. Nasionalis dari mana?" kata pengamat publik, Ardi Mulia, PhD, melalui akun twitternya (@awemany).

Warganet yang lain mengingatkan Nasionalisme dengan pernyataan Tan Malaka "Tuan Rumah tak akan berunding dengan maling yang menjarah rumahnya."

...Membuat Freeport angkat kaki dengan cara skema bodoh pembelian 41% saham yang padahal bisa diperoleh dengan jauh lebih murah saat kontrak habis tahun 2021 [www.tribunislam.com]

Sumber : portal-islam.id

Sebarkan...