Tengku Zulkarnain: Penuhi Panggilan Israel Lukai Rakyat Palestina


Tengku Zulkarnain: Penuhi Panggilan Israel Lukai Rakyat Palestina

Wasekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH. Tengku Zulkarnain mengecam jika ada tokoh umat Islam Indonesia yang datang ke Israel. Menurutnya, tindakan tersebut menghianati undang-undang dasar 1945.

“Bagi kami siapapun umat Islam Indonesia atau tokoh Islam bahkan tokoh Indonesia non Islam yang datang ke Israel dan sowan ke petingginya di sana adalah pengkhianat UUD 1945,” katanya saat dihubungi Kiblat.net pada Sabtu (09/06/2018).

“Karena dalam pembukaan UUD 1945 dikatakan, kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa, dan oleh sebab itu penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan,” sambungnya.

Selain itu, ia menegaskan bahwa mengakui Israel merupakan tindakan yang tidak dapat dibenarkan. Tengku menegaskan bahwa memenuhi undangan Israel sama dengan melukai rakyat Palestina

“Mengakui Israel dan mengunjungi serta memenuhi undangan kenegaraannya adalah mengkhianati Founding Fathers NKRI dan UUD 1945, serta melukai hati dan perasaan seluruh rakyat Palestina,” tuturnya.

Saya, kata dia, selalu bersama rakyat Palestina sampai Israil keluar dari tanah Palestina dan Palestina merdeka. “Tidak ada kompromi untuk itu sampai Imam Mahdi datang dan perang,” tandasnya.

Sebelumnya, Katib Aam PBNU KH Yahya Chalil Staquf berencana untuk datang ke Israel. Kedatangan itu memenuhi undangan dari The Israel Council on Foreign Relations menjadi pembicara dengan tema. “Shifting the Geopolitical Calculus: From Conflict to Cooperation.” Acara tersebut akan digelar pada Rabu 13 Juni 2018.

Namun, Ketua PBNU H Robikin Emhas mengatakan bahwa kedatangan Katib Aam PBNU Yahya Staquf tidak mewakili PBNU. Ia menyatakan bahwa kehadiran itu atas nama pribadi. [www.tribunislam.com]

Sumber : kiblat.net

Sebarkan...