Sindir Mahfud MD sebagai Pejabat BPIP, Ratna Sarumpaet: Profesor Kok Gak Mikir


Sindir Mahfud MD sebagai Pejabat BPIP, Ratna Sarumpaet: Profesor Kok Gak Mikir

Aktivis Ratna Sarumpaet aktif berkomentar mengenai hak keuangan yang diterima pejabat Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Jumat (1/6/2018).


Pantauan Tribunwow melalui akun Twitter @RatnaSpaet, ia mengomentari akun @Anonlokal yang menautkan video Mahfud MD sebagai Dewan Pengarah BPIP.

Video tersebut berisi pernyataan Mahfud MD yang menyebut politisi PKS.

"Aduh om @mohmahfudmd baru di colek sedikit aja sudah mewek, tebelin dikit om kupingnya, Anda ini kan sekarang jd pejabat BPIP," tulis akun @AnonLokal.



Tweet ini dibalas oleh Ratna Sarumpaet yang menyindir Mahfud MD saat baru mengungkapkan kebobrokan di DPR saat ia telah menjadi Dewan Pengarah BPIP.

"Bikin pembenaran dengan mengungkap kebobrokan di DPR? Kenapa baru sekarang pak @mohmahfudmd ? Kenapa setelah anda punya kepentingan, anda baru bunyi ? Pdhl kalau pun yg anda tuduhkan ke DPR itu benar itu tidak membuat statement anda tentang 100 juta itu jadi mulia. Professor Kok gak mikir," tulis Ratna.


Sebelumnya, ia juga sempat menanggapi tweet dari netijen saat Mahfud MD mengatakan bahwa nilai Rp 100 juta itu nominal yang kecil.

Mulanya akun @ardi_riau, menuliskan pernyataan Anggota Dewan Pengarah BPIP, Mahfud MD dalam akun Twitternya.

"Sepakat saya dengan pak @mohmahfudmd , 100 juta itu kecil kalau dibandingkan dengan uang negara yang triliunan dilarikan para koruptor ke luar negeri...

Mahfud MD: Rp 100 Juta Itu Kecil Sekali..." tulis akun @ardi_riau.



Menanggapi hal itu, Ratna Sarumpaet mengatakan jika Mahfud MD tidak memahami nilai-nilai Pancasila.

Bahkan, Ratna menyebut Mahfud MD sebagai seorang yang tamak.

"Si Tamak bicara ttg nilai 100 juta rupiah. Ucapannya menunjukkan ia tidak pahan nilai-nilai Pancasila. Parah. @mohmahfudmd," tulis Ratna.


Diberitakan sebelumnya, Mahfud MD angkat bicara soal hak keuangan sebagai dewan pengarah BPIP yang nanti akan diberikan kepadanya.

Mahfud MD mengatakan jika hak keuangan Rp 100 juta yang akan diterimanya setiap bulan adalah jumlah yang kecil.

"Kalau saya enggak, karena saya tahu (Rp 100 juta) itu kecil sekali. Saya pernah jadi pejabat, tiga kali lipat dari itu, meskipun (jumlah gaji yang tertulis) di SK-nya kecil," kata Mahfud di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (30/5/2018), dikutip Kompas.com.

Mahfud MD kemudian memberikan contoh penghasilannya yang lebih dari itu.

Termasuk saat menjadi DPR pada 2004 silam, di mana saat itu ia bisa mengantongi Rp 150 juta tiap bulannya.

"Itu tahun 2004, sekarang sudah 14 tahun," ucapnya. [www.tribunislam.com]

Sumber : b-islam24h.com, tribunnews.com

Sebarkan...