Kata Polisi Soal Bule Marah karena Dengar Shalawat dari Pengeras Suara Mushola


Kata Polisi Soal Bule Marah karena Dengar Shalawat dari Pengeras Suara Mushola

Seorang bule marah-marah di rumah seorang warga di Desa Tegalwaru, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor. Pria bule itu diketahui bernama Frank Jean Pierre Schulthess, warga negara Prancis.


"Terkait adanya WNA yang marah-marah tersebut sudah kami lakukan pengecekan ke lokasi," kata Kapolres Bogor AKBP AM Dicky Pastika Gading dalam keterangannya kepada detikcom, Minggu (2/6/2018).

Frank telah dibawa ke kantor polisi. Polisi telah mewawancara Frank dan mendatanya.

"WNA bersedia dibawa ke mako untuk dilakukan wawancara dan dimintai data data kewarganegaraannya (paspor dan visa)," imbuhnya.

Dicky mengatakan, peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (2/6) kemarin. Frank saat itu mendatangi Musala Nurul Jadid dan cekcok dengan Ustadz Ade Syafei.

Frank merasa terganggu karena mendengar suara tadarusan dan shalawatan dari pengeras suara musala.

"WNA tersebut merasa bising dan tidak senang dengan adanya tadarus/pengajian yang memakai speaker, akan tetapi Ustadz Ade Syafei dan remaja mengacuhkannya," sambungnya.

Tidak puas sampai situ, Frank kemudian mendatangi rumah Ustaz Ade Syafei. Di situ, Frank marah-marah dan saat itu direkam oleh tetangganya, Qodir.

"Mr Frank karena tidak puas kembali mendatangi Ustadz Ade Syafei di rumahnya dan menegur dengan sebagian bahasa yang kurang dipahami dan dimengerti dan kebetulan di rumah Ustadz Ade syafei ada saudara Qodir yang sedang memegang HP yang kemudian merekamnya," papar Dicky. [www.tribunislam.com]

Sumber : b-islam24h.com, detik.com

Sebarkan...