Ismail Yusanto: Pemerintah Cabut Badan Hukum HTI Berdasarkan Asumsi


Ismail Yusanto: Pemerintah Cabut Badan Hukum HTI Berdasarkan Asumsi

Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) masih berjuang dalam proses aju banding putusan pencabutan badan Ormas tersebut. Juru Bicara DPP Hizbut Tahrir, Ismail Yusanto menilai pencabutan badan hukum HTI adalah kedzaliman, sebab pemerintah menilai HTI hanya berdasarkan asumsi.


Dalam persidangan, hakim menilai berdasarkan SK pencabutan badan HTI bahwa HTI tidak terbukti melanggar pasal 59 ayat 4 huruf c tentang paham yang bertentangan dengan pancasila. Tetapi menurut hakim pelanggaran itu terbukti di dalam persidangan.

“Jadi pemahaman Khilafah dinilai sebagai paham yang bertentangan dengan pancasila, hanya sebatas persepsi pendapat ahli dari pemerintah. Kenapa sidang banding ini justru jadi sebuah persidangan terhadap khilafah bukan mengadili pejabat-pejabat terkait putusan terkait pembubaran badan Ormas,” katanya dalam diskusi publik bertema “Jelang Putusan MK Atas Pengujian UU Ormas: Kemungkinan dan Dampaknya Bagi Ormas dan Dakwah Islam di Indonesia, di Hotel Grand Alia Cikini, Jakarta, Jum’at, (1/6/2018).

Ia menjelaskan padahal kita sudah ajukan persepsi HTI terkait khilafah. Tentu saja kita berharap bisa mendapatkan hasil sesuai harapan dalam tahapan banding kini. Selain itu UU Ormas juga perlu ditarik untuk tidak diterbitkan.

“Pasalnya ini bukan persoalan HTI semata, tetapi di depan kita akan ada UU yang akan digunakan secara serampangan, utamanya yang masuk pada persoalan multitafsir,” ujarnya.

Kekhawatiran akan UU ormas itu diungkapkan antara lain adanya penidaan pengadilan. Ketika pengadilan dihilangkan, maka pemerintah lah yang bertindak sebagai polisi, jaksa, saksi ahli dan putusan hakim. Hal itu sangatlah berbahaya yang menjadikan rezim ini menjadi otoriter.

“Celakanya jika ini bisa dijadikan alat kepentingan memenangkan politik, untuk menjatuhkan pihak-pihak yang bersebrangan dengan pemerintah. Jadi UU Ormas ini, dampaknya fatal bagi dakwah islam,” pungkasnya. [www.tribunislam.com]

Sumber : kiblat.net

Sebarkan...