Gubernur Kalbar Dinilai Hina Umat Islam dan Melayu, Ustaz Tengku Pesan Ini ke SBY dan Polri


Gubernur Kalbar Dinilai Hina Umat Islam dan Melayu, Ustaz Tengku Pesan Ini ke SBY dan Polri

Uztaz Tengku Zulkarnain meminta kepada mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Ketum Partai Demokrat untuk menarik dukungannya terhadap anak dari Cornelis sebagai salah satu calon Gubernur di Kalimantan Barat. Permintaan ustaz Tengku dilandasi karena sang ayah diduga telah melecehkan umat Islam dan juga bangsa Melayu.


“Kepada pak @SBYudhoyono yang terhormat. Dengan ini saya memohon agar partai Demokrat menarik dukungan dan pencalonan anak Cornelis yang sudah menghina Melayu dan Islam secara terang terangan dari Calon Gubernur Kalbar.

Terimakasih atas perhatian bapak,” demikian pintanya, belum lama ini, di akun Twitter pribadi milikya.

Selain itu, ustaz Tengku juga meminta kepada aparat keamanan untuk menindaklanjuti ucapan tersebut agar tak terkesan memecah belah anak bangsa. “Kepada @DivHumas_Polri dan @Menkopolhukam @jokowi @pdip

Apakah pidato seperti itu bukan pemecah belah NKRI?

Sejak Kapan Majapahit, Sriwijaya, Kerajaan-kerajaan di Nusantara JADI PENJAJAH dan disebut PENJAJAH?” Pun ia sepertinya menghimbau agar masyarakat luas ikut memperhatikan kasus ini jika akhirnya pemerintah hanya diam membisu.



“Nampaknya rakyat Indonesia perlu menuntut orang ini jika pemerintah tidak bergerak. Kepada @DivHumas_Polri @jokowi @Menkopolhukam @pdip @megainstitute @republika @hariankompas @KompasTV @cnnbrk, BPIP, Kenapa Diam dan BUNGKAM atas video penghinaan terhadap Melayu dan Islam dikatakan sebagai penjajah.

Sebegitu KUASA-kah orang ini? Petinggi PDIP mana komentar Anda (https://twitter.com/ustadtengkuzul/status/1004289275750375424?s=21)?”

Sebelum tengah beredar viral video yang diduga Cornelis Gubernur Kalbar baru-baru ini. Dalam potongan video itu antara lain Cornelis menyatakan bahwa, “Yang paling parah Kerajaan Melayu dan Islam, bersama dengan Belanda menjajah kita berabad-abad, sehingga mental kita adalah mental hamba, bukan mental kuli".

Hingga berita ini dinaikkan, belum ada konfirmasi dari yang bersangkutan, dalam hal ini adalah Gubernur Kalbar, Cornelis.[www.tribunislam.com]

Sumber : voa-islam.com

Sebarkan...