Wafat 8 Bulan Lalu, Kemenag Ternyata Masukkan Nama Almarhum Sebagai Mubalig Terekomendasi

Wafat 8 Bulan Lalu, Kemenag Ternyata Masukkan Nama Almarhum Sebagai Mubalig Terekomendasi

Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia (RI), Jumat (18/5/2018) melansir daftar 200 penceramah atau mubalig di Indonesia yang direkomendasikan pihaknya.


Melalui daftar tersebut masyarakat bakal semakin mudah memilih mubalig yang dibutuhkan untuk mengisi acara keagamaan Islam, mengingat sekarang forum pengajian dan majelis taklim semakin menjamur.

Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin sebagaimana dilansir melalui laman Kemenag.go.id, mengatakan, Kemenang selama ini sering dimintai rekomendasi muballigh oleh masyarakat.

Permintaan tersebut pun terus meningkat.

"Sehingga kami merasa perlu untuk merilis daftar nama muballigh,” kata politisi Partai Persatuan Pembangunan ini, Jumat (18/5/2018).

Sementara dalam wawancara pada stasiun televisi di Jakarta sebagaimana dilansir lagi melalui laman Kemenag.go.id, Lukman menyampaikan alasannnya jika nama tersebut dilansir untuk memenuhi permintaan publik.

"Ini bukan seleksi, bukan akreditasi, apalagi standardisasi. Ini cara kami layani permintaan publik," kata Lukman, Senin (21/5/2018).

Daftar mubalig yang direkomendasikan dapat dilihat di sini > DAFTAR MUBALIG DI INDONESIA

Lalu, apa kriteria Kemenag RI dalam memilih mubalig yang direkomendasikan?

Kenapa ada mubalig tertentu tak direkomendasikan.

Kemenag menyebut, ada 3 kriteria untuk merekomendasikan mubalig,

Pertama, mempunyai kompetensi keilmuan agama yang mumpuni.

Kedua, memiliki reputasi yang baik.

Ketiga, berkomitmen kebangsaan yang tinggi.

Dalam daftar tersebut, selain tertera nama lengkap mubalig, juga disertai gelar akademiknya, jenjang pendidikan terakhir, hingga penguasaan bahasa asing.

Menurut Lukman, daftar 200 mubalig tersebut bukanlah daftar akhir sehingga jumlahnya kemungkinan akan bertambah.

"Namun, para mubalig yang belum masuk dalam daftar ini, bukan berarti tidak memenuhi 3 kriteria tersebut,” kata Lukman.

Nama-nama mubalig ini juga merupakan hasil masukan tokoh agama, ormas keagamaan, dan tokoh masyarakat.

Diprotes Gegara Ustadz Somad

Lansiran Kemenag ini sedang menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat.

Satu di antara penyebabnya adalah adanya mubalig kondang yang belum direkomendasikan, di antaranya adalah Abdul Somad.

Ustadz Somad sebagaimana diketahui, merupakan mubalig yang sedang diidolakan sebagian kalangan.

Forum pengajian yang dihadirinya pun selalu dibanjiri jamaah.

Belum lagi video rekaman ceramahnya viral melalui media sosial.

Lalu, kenapa Ustadz Somad belum direkomendasikan?

Menurut pihak Kemenag, awalnya ada nama Ustadz Somad, namun saat dikonfirmasi, beliau tak bersedia lantaran memiliki jadwal padat.

Hal tersebut juga sesuai dengan posting-an Ustadz Somad melalui akunnya pada Instagram @ustadzabdulsomad, Sabtu (19/5/2018).

Posting-annya tersebut berupa screenshot percakapan dirinya dengan seseorang melalui aplikasi pesan instan WhatsApp.

"Bagaimana tanggapan ustadz, Ustad tidak termasuk dalam 200 mubalig rujukan Kemenag?" demikian pertanyaan itu.

Dijawab Ustadz Somad, "Sebab Kemenag tidak ingin mengecewakan masyarakat. Karena saya penuh sampai April 2020," tulis Abdul Somad.

Ada Nama Almarhum

Selain tak masuknya nama Ustadz Somad dalam daftar mubalig yang direkomendasikan, belakangan ada fakta menarik yang terkuak.

Ternyata, di antara 200 nama tersebut, ada satu nama yang pemiliknya meninggal dunia.

Beliau adalah almarhum Dr H Fathurin Zen MSi atau daftar mubalig terekomendasi tersebut, namanya berada pada urutan ke-68.

Berdasarkan daftar tersebut, nama beliau dimasukkan karena menguasai bahasa Arab.

Fathurin semasa hidupnya adalah guru SMA Negeri 55 Jakarta.

Beliau menghembuskan nafas terakhir pada akhir September 2017 atau 8 bulan lalu.

Kabar ini disampaikan alumni sekolah yang beralamat di Jl Potlot II nomor 2, Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan.

Entah, apa penyebab masuknya nama almarhum dalam daftar mubalig yang direkomendasikan.

Pada media sosial Facebook, warganet menyebut Kemenag RI terkesan terburu-buru dalam merilis daftar tersebut.

Akibatnya, tak ada verifikasi faktual.

Tak Ada Motif Politik, Menag Minta Maaf

Terkait dengan munculnya pro dan kontra, Lukman menyampaikan permohonan maaf dari institusi yang dipimpinnya.

"Atas nama Kementerian Agama, selaku Menteri Agama, saya memohon maaf kepada nama yang ada dirilis yang merasa tidak nyaman namanya ada di sana," ujarnya, Senin hari ini.

Menurut Lukman, daftar mubalig yang direkomendasikan dibuat sesuai dengan usulan beberapa kalangan dan akan terus diupdate.

"Kami menerima banyak sekali masukan dari masyarakat. Dengan senang hati kami akan merilis beberapa yang belum masuk. Kami sudah menyatakan bahwa rilis ini sifatnya dinamis," katanya.

"Silahkan saja publik menyampaikan. Kami membuka diri selebarnya untuk menerima masukan," sambungnya.

Apakah ada motif politik dalam penyampaian rekomendasi?

Lukman yang menjabat Menteri Agama RI sejak era Susilo Bambang Yudhoyono tersebut menyampaikan bahwa itu sama sekali tidak ada.

Daftar mubalig dibuat secara alamiah sesuai daftar usulan yang masuk dari pengurus ormas keagamaan, masjid besar, dan lainnya.

Jika ada mubalig dengan jutaan viewers tapi belum masuk dalam daftar, kata Lukman, hal itu semata karena belum masuk dalam usulan.

"Itu bukti tidak ada motif politik di sini. Sama sekali tidak ada. Kalau kami berpolitik praktis, maka tentu kami hanya akan masukan yang pengikutnya besar saja," ujarnya.[www.tribunislam.com]

Sumber : tribunnews.com

Sebarkan...