Video Polisi Suapi Napi Teroris, Viral di Medsos


Video Polisi Suapi Napi Teroris, Viral di Medsos

Video anggota kepolisian menyuapi sejumlah orang yang tangannya terborgol di belakang dalam sebuah bus jadi viral di Media Sosial.


Video itu disebut rekaman aksi kemanusiaan polisi yang menyuapi para napi teroris yang tengah dipindahkan dari Mako Brimob ke LP Nusakambangan.

Dalam video yang disebar oleh sejumlah akun Instagram, youtube dan Twitter itu terlihat para penumpang yang disebut para napi duduk rapi dengan tangan berada di belakang, seperti sedan diborgol.

Sementara beberapa anggota polisi bersenjata lengkap dengan rompi antipeluru berdiri di depan para napi menyuapi mereka makanan.

Video ini sontak direspon oleh netizen. Warganet menganggap aksi para polisi ini sangatlah mulia. Pasalnya meski para teroris sempat membunuh lima temannya di Mako Brimob, Polisi tetap berlapang dada dan menyuapi mereka makanan. .

Salah satunya akun instagram @yudigendoekz. Ia mengaku sedih melihat video ini. Ia mengutuk perbuatan mereka kepada lima korban jiwa. Selain itu juga kepada Iptu Sulastri yang dikabarkan juga ikut dianiaya.

"Ya alloh sedih rasany..pa merekan ga di lahirkan dari seorang ibuk...kenapa tega menyakiti wanita....bwt iptu sulastri cepet sembuh.maaf pa bila salah nulis atw salah kata," kicaunya.

Akun rendo1041 juga merespon. Ia menganggap apa yang dilakukan Polri sangatlah mulia.

"Kejahatan di balas dengan ke baik kan sungguh hati yg sangat mulia buat para anggota polri. Bersama rakyat TNI & Polri kuat. NKRI harga mati," tulisnya.

Sedangkan akun adityaspetsnaz meminta agar para napi diberi makanan yang yang bisa membuat mereka kuat dan sehat untuk menjalani hukuman yang lama di LP Nusakambangan.

"Kasih makan sambel di campur pare aja, trs minumnya jamu brotowali, biar mereka sehat sebelum mengawali masa yg panjang di nusa kambangan," tulisnya.

Diketahui pasca kerusuhan di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok 155 napi teroris dipindahkan ke Nusakambangan, Jawa Tengah. Para Napi ini dipindahkan ke Lapas high risk atau berisiko tinggi di Nusakambangan.

Direktur Jenderal Pemasyarakatan Sri Puguh Budi Utami menerangkan, lapas high risk, satu sel hanya ditempati seorang napi teroris dengan pengawasan CCTV selama 24 jam.

"Mereka dipindahkan ke dua lapas high risk di Nusakambangan, yaitu Lapas Batu dan Lapas Pasir Putih, " ujarnya saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (10/5/2018).

Ia menjelaskan Ditjen Pas akan bekerja sama dengan Mako Brimob, Densus 88, BNPT, Polri, dan TNI untuk pemindahan para napi teroris.

Napi teroris akan diberikan pengamanan maksimal. Sistem perlakuan, pembinaan dan pengamanan akan diterapkan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur yang berlaku. Pelaksanaan penempatan narapidana teroris, akan disesuaikan dengan kapasitas yang memadai dan petugas pemasyarakatan yang telah dilatih. [www.tribunislam.com]

Sebuah kiriman dibagikan oleh KORPS SABHARA (@korps.sabhara) pada


Sumber : inilah.com

Sebarkan...