Ubah Nama Gelora Bung Karno Jadi Blibli Arena , Geprindo: Itu Wacana Lancang dan Kurang Ajar


Ubah Nama Gelora Bung Karno Jadi Blibli Arena , Geprindo: Itu Wacana Lancang dan Kurang Ajar

Wacana dari Chief Executive Officer Blibli.com, Kusumo Martanto untuk mengganti nama Stadion Gelora Bung Karno menjadi Blibli Arena merupakan wacana yang terlalu lancang dan kurang ajar. Hal itu dikatakan Presiden Gerakan Pribumi Indonesia (GEPRINDO), Bastian P Simanjuntak, Jumat (11/5).

“Kusumo Martanto seorang pengusaha ecommerce Indonesia keturunan Tionghoa sudah kebablasan dalam berangan-angan, jangan hanya karena dia ditunjuk pemerintah untuk menjadi sponsor kegiatan olahraga di Stadion GBK dia jadi sombong mau rubah-rubah nama GBK. Itu namanya sudah mengaggap rendah Negara!,” kata Bastian.

“Kami menolak jika ada aset-aset kebanggaan bangsa yang namanya diganti hanya karena desakan pengusaha apalagi alasannya hanya karena persoalan sponsorhip,” tambahnya.

Menurut Bastian, pergantian nama GBK dengan Blibi Arena juga mencederai nilai sejarah Istora Senayan tersebut.

“Sangatlah bodoh jika pemerintah mengamini permintaan Kusumo.  Logika saja, mana mungkin nama Tembok China, menara Eiffel Paris, patung liberty Amerika, atau Stadion Wembley Inggris namanya diganti oleh blibli.com hanya karena blibli.com di tunjuk sebagai sponsor dan pengelola bangunan-bangunan tersebut,” tegas Bastian.

Namun Bastian menilai, hal ini tidak akan jadi soal jika blibli.com bekerjasama dengan pemerintah membangun Stadion yang baru dan seluruh biaya pembangunan tersebut di danai sendiri oleh blibli.com.

Untuk itu, Bastian desak pemerintah untuk tegas menolak permintaan blibli.com dan Presiden Jokowi harus menjaga kewibawaan negara dengan berhenti  bergantung pada Swasta dalam mengelola aset-aset negara.

“Masa dengan dana APBN ribuan triliun untuk mengelola aset negara saja kita tidak bisa mandiri? Akibatnya ya bisa seperti ini, pengusaha merendahkan negara. Harus diingat bahwa negara ini milik rakyat Indonesia bukan milik swasta yang bisa seenaknya mengatur pemerintah,” tandas Bastian.

Jika wacana ini diteruskan, GEPRINDO yakin, hal ini akan menjadi polemik baru dan menciptakan gelombang penolakan besar-besaran dari rakyat yang pada akhirnya rakyat akan semakin tidak percaya dengan pemerintahan Jokowi. “Cukup sudah Jokowi menunjukkan pemerintahannya yang akhir-akhir ini terlalu berpihak kepada Investor dan kurang berpihak kepada Rakyat dan Negara. Jokowi harus sadar bahwa pemegang kekuasaan tertinggi adalah rakyat bukan pengusaha,” tukas Bastian.

Tak hanya itu, dikatakan Bastian, pergantian nama GBK akan menguji apakah Jokowi memang benar bisa diatur swasta dan melawan rakyat atau Jokowi berpihak pada rakyat dan menertibkan swasta.

“Bila pergantian nama GBK sukses dilakukan swasta, bukan mustahil nama Indonesia juga bisa seenaknya diganti oleh para investor. Sudah terbukti dengan lahirnya kota baru yang diberi nama Meikarta, barangkali nama negara ini juga bisa diganti,” ujar Bastian.

Terakhir, Bastian ingatkan, sebanyak apapun investasi yang diberikan kepada Indonesia bukan berarti investor boleh mengangkangi kedaulatan NKRI.

GEPRINDO mengimbau kepada seluruh komponen bangsa yang cinta tanah air agar menolak dengan tegas rencana pergantian nama GBK menjadi Blibi Arena.

“Negara tak boleh kalah oleh swasta, negara ini lahir atas jasa para pahlawan bukan atas jasa swasta,” pungkas Bastian.[www.tribunislam.com]

Sumber : dakwahmedia.co



Sebarkan...