Tanggapan Polisi Soal 'Kode Gelang' pada Kasus Intimidasi di CFD


Tanggapan Polisi Soal 'Kode Gelang' pada Kasus Intimidasi di CFD

Kasus intimidasi saat car free day di Bundaran HI, Jakarta, Minggu (30/4) masih terus didalami polisi. Belakangan muncul tudingan aksi intimidasi di CFD itu sudah terorganisir dengan kode tertentu, yakni sebuah gelang.


Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengaku belum mengetahui soal gelang itu. Dia juga tak mau banyak mengomentari soal kabar yang berkembang dari kasus ini.

"Tunggu saja hasil penyelidikan kasusnya nanti seperti apa. Biar clear dan jelas kejadiannya seperti apa," kata Argo di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (3/5).

Argo memastikan penyidik saat ini masih terus bekerja mendalami kasus intimidasi yang dialami Susi Ferawati dan Stedi Rapki Watung.

Kabar soal kode gelang ini diungkap pemilik akun Twitter @netizentofa dalam wawancara di acara Dua Sisi TVOne. Kode yang dimaksud berupa gelang coklat berbentuk biji.

Dia menunjukkan, Fera dan orang yang mengintimidasinya mengenakan gelang yang sama. Beberapa foto lainnya menunjukkan peserta juga mengenakan gelang yang sama.

Sementara saat dihubungi terpisah, Fera telah membantah tudingan bahwa gelang itu merupakan gelang kode. Menurutnya, gelang itu merupakan gelang yang ia beli toko souvenir Masjid Nabawi Madinah.

"Itu saya beli waktu umrah. Ke mana-mana selalu saya bawa dan selalu saya pakai. Jadi kalau saya khawatir, takut, atau marah saya gunakan untuk zikir di Jakarta," kata Fera. [www.tribunislam.com]

Sumber : opini-bangsa.com, kumparan.com

Sebarkan...