Rocky Gerung Debat vs Politisi PDIP, Karni Ilyas Ancam ke Luar Ruangan hingga Studio Riuh



Indonesia Lawyers Club tvOne (ILC) menghadirkan sejumlah tokoh dan politisi untuk membahas tragedi bagi-bagi sembako di Monas, Jakarta.


Pantauan TribunWow.com, hal itu tampak dari unggahan akun YouTube Indonesia Indonesia Lawyers Club tvOne yang diunggah pada Selasa (8/5/2018).

Diantaranya adalah mantan dosen Filsafat Universitas Indonesia dan politisi PDIP Masinton Pasaribu.

Dalam acara tersebut, suasana sempat memanas kekita pernyataan Rocky Gerung dipotong oleh Masinton.

Bahkan politisi PDIP itu terus menyahut dan memberikan sanggahan atau pertanyaan.

Meski pemandu acara Karni Ilyas sudah meminta Masinton untuk tidak memotong pernyataan Rocky Gerung.

Rocky Gerung menyoroti jika insiden bagi-bagi sembako di Monas secara makro memiliki hubungan dengan kegagalan pemerintah.

Ia pun membandingkan dengan Bantuan Langsung Tunai yang diberikan di era SBY, yang mana bantuan negara yang mendatangi rakyat miskin, bukan sebaliknya.

Masinton pun tak terima dan kemudian mengungkit insiden salaman di Istana pada era SBY saat menggelar open house.

Tak hanya itu, Masinton bahkan mengungkit orang bakar diri di depan Istana, tapi Rocky Gerung diam tak bersuara.

Rocky Gerung: Ada penurunan daya beli, orang datang ke Monas.

artinya ada hubungan antara tibanya ibu dan anak di Monas dengan kegagalan pemerintah untuk menghasilkan keadilan dan kemakmuran di lokasi rumah dia itu, itu logikanya.

Masinton: Jangankan di Monas Bang, masih ingat gak tragedi ngantre di istana untuk salaman sama presiden saat lebaran.

Rocky Gerung: Masih ingat saya itu.

Masinton: Presidennya siapa itu? Istana? tapi Abang gak pernah komentar.

Rocky Gerung: Saudara Masinton, setiap peristiwa itu ada konteksnya.

Orang datang ke istana tidak bawa kupon.

Mereka datang untuk bergembira karena perayaan keagamaan...

Masinton: Tapi ada pembagian juga Bang, bahkan pulang juga bawa album..

Karni Ilyas: Saya kira jangan dipotong-potong, biar diselesaikan dulu (Rocky-red) ini udah hampir jam 12.

Rocky: Jadi kita mesti lihat itu dari atas, kemiskinan menyebabkan orang antre, simple aja.

Masinton: Jaman Pak SBY juga banyak antrean, korban meninggal, tapi kenapa kau tak komentar tuh?

Rocky: Iya berarti sama aja kan, meninggal karena miskin kan.

Jadi you bikin perbedaan hanya untuk membuktikan bahwa yang sekarang terjadi dengan alasan yang sama.

Nangkep gak logikanya?

Masinton: Kemiskinan ini program laten, inilah tugas negara yang harus dan terus..

Rokcy: Akhirnya you akui kan bawah kemiskinan menyebabkan orang antre??

Masinton: Yang saya kritik dari abang adalah ketika ini terjadi ini dikaitkan dengan pemerintah, padahal penyelanggara penguasa.

Ketika ini terjadi banyak korban bakar diri di istana, pernah abang bersuara? Gak pernah!

Rocky: Gini, you bertanya you jawab sendiri, kapan itu?

Masinton: Loh persoalan antre ini bang, ini bukan yang pertama.

Rocky: Iya saya ngerti...

Omongan Rocky Gerung kemudian dipotong oleh Karni Ilyas.

Karni: Lima menit lagi hari sudah bertukar menjadi Rabu, hari berganti.

Rocky Gerung pun kembali mencoba menjelaskan kepada Masinton mengenai logika yang ia jelaskan.

Rocky: Logika ini yang mesti masuk di kepala Masinton supaya bisa membuat reasoning yang baik.

Mereka pun kembali berdebat.

Karni:  Ini nih nanti jadi debat dua orang, bagaimana kalau kita bubarkan anda berdua aja kita tinggalkan ruangan ini?

Omongan Karni Ilyas itupun disamput dengan riuh tawa para hadirin sembari diiringi tepuk tangan.

Namun mereka berdua terus melanjutkan debatnya.

Akhirnya Karni Ilyas pun mengancam keluar ruangan dan berjalan ke luar ruangan, tapi kembali lagi dan meminta dengan tegas kepada Rocky untuk tak menanggapi Masinton lagi dan fokus memberikan penjelasan ke publik. [www.tribunislam.com]

Sumber : tribunnews.com

Sebarkan...