Polemik Daftar Ustaz Radikal yang Dibuat Akun FB Generasi Muda NU, Ini Kara Ketua LD PBNU

Polemik Daftar Ustaz Radikal yang Dibuat Akun FB Generasi Muda NU, Ini Kara Ketua LD PBNU


Belum tuntas kontroversi seputar 200 nama penceramah yang direkomendasikan Kemenag, kini muncul 20 nama penceramah yang dicap radikal dan harus dihindari. Nama 20 penceramah tersebut dirilis oleh fanspage Facebook Generasi Muda NU.


Dalam 20 daftar nama tersebut, terdapat nama-nama penceramah kondang yang tak asing lagi di masyarakat. Beberapa di antaranya adalah Abdul Somad, Khalid Basalamah, Habib Rizieq Shihab, Bachtiar Natsir, hingga Salim A Fillah.

"Hati-hati terhadap ustadz radikal yang jadi benih teror," tulis Generasi Muda NU, Sabtu (19/5).

Fanspage Facebook generasi muda NU sendiri memiliki 196 ribu pengikut. Hingga berita ini diturunkan pada Senin (21/5) pukul 11.20 WIB, unggahan tersebut telah disukai oleh 13 ribu warga Facebook, dibagikan lebih dari 10 ribu kali, serta mendapat 32 ribu komentar. Tak diketahui jelas apakah akun ini terafiliasi langsung dengan NU. Akun ini sendiri aktif sejak 2012.



Saat dikonfirmasi mengenai kebenaran unggahan fanspage tersebut, Ketua Lembaga Dakwah (LD) PBNU Maman Imanulhaq justru membantahnya. Menurutnya, apa yang diunggah Generasi Muda NU itu tidak merepresentasikan sikap NU sama sekali. Sebab, kata dia, Generasi Muda NU bukan bagian dari struktur organisasi NU.

"Yang pasti itu bukan resmi dari NU. NU tidak akan mengeluarkan (rilis) apapun. Karena sebetulnya, semua orang itu bisa jadi da'i," ucap Maman kepada kupada kumparan (kumparan.com), Minggu (20/5).

Saat disinggung mengenai kapabilitas nama-nama pendakwah yang ada dalam rilis tersebut, Maman mengatakan bukan tugas NU untuk menilainya. Semua orang, kata dia, berhak mendakwahkan apa yang diyakininya kepada orang lain. Meski begitu, NU selalu memberikan batasan-batasan bagi para pendakwah di Indonesia.

"NU memberikan semacam batasan-batasan bahwa seorang mubaligh di Indonesia paling tidak memiliki tiga kriteria. Kriteria pertama, memamami pemahanan islam yang komprehansif, kedua, memiliki wawasan kebangsaan dan ketiga, dia harus memiliki simpati kepada nilai-nilai kemanusiaan," jelas Maman yang juga merupakan Wasekjen PKB ini.

Terkait dengan fanspage tersebut, Maman mengatakan NU tak bisa melarang orang untuk tidak mencatut nama NU. Meski demikian, pihaknya akan menjadikan kasus ini sebagai masukan agar masyarakat tak perlu resah.

"Kalau orang silakan saja menulis atas nama NU dan sebagainya. Tapi NU kan punya struktur yang didaftarkan ke Menkumham, dan tentu itu menjadi bahan bagi kami, kalui ada yang membuat keresahan semacam itu," tambahnya.

Oleh karena itu, dirinya juga mempersilakan jika ada pihak yang dirugikan dan ingin menuntut fanspage Generasi Muda NU itu secara hukum. Dirinya pun berpikir bahwa fanspage tersebut mungkin memiliki pandangan tersendiri.

"Persilakan saja, mungkin teman-teman yang punya akun itu pun punya argumen juga," tambahnya.

Terlepas dari itu, NU, kata dia akan berupaya memberikan nasihan kepada pengelola fanspage tersebut. Sebab bukan sesuatu yang elok untuk dilakukan.

"Pada intinya kita melihat itu dan kita akan memberikan semacam nasihat juga. Bahwa kita tidak perlu ikut-ikutan kementerian Agama memberikan rilis- segala," tutupnya. [www.tribunislam.com]

Sumber : opini-bangsa.com, kumparan.com

Sebarkan...