Perpres Gaji Besar Pejabat BPIP Akan Digugat ke Mahkamah Agung

Perpres Gaji Besar Pejabat BPIP Akan Digugat ke Mahkamah Agung

Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) tidak sepakat dengan besaran gaji untuk pejabat di Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).


Ketua MAKI, Boyamin Saiman, akan melayangkan gugatan ke Mahkamah Agung tentang Peraturan Presiden yang mengatur besaran gaji untuk pejabat BPIP.

Perpres yang dimaksud adalah Perpres Nomor 42 tahun 2018 tentang Hak Keuangan dan Fasilitas Lainnya Bagi Pemimpin, Pejabat, dan Pegawai Badan Pembinaan Ideologi Pancasila.

"Kita mau gugat untuk membatalkan Perpres gaji BPIP dengan (mengajukan) judicial review ke Mahkamah Agung," kata Boyamin dalam keterangan tertulisnya, Senin (28/5).


Boyamin menuturkan, gugatan akan didaftarkan pasa Kamis (7/6) mendatang. Dia menyebut ada tiga undang-undang yang akan menjadi dasar gugatan MAKI pada MA, yaitu UU APBN, UU Perbendaharaan Negara, UU Keuangan Negara.

Menurutnya Perpres tersebut bertentangan dengan ketiga UU tersebut.

Menurut dia, gaji seharusnya hanya untuk kepala, deputi dan pejabat stuktural di bawah deputi. "Deputi dan lain-lain ke bawah yang bersifat fungsional, atau istilahnya gaji hanya untuk yang kerja kantoran," katanya.

Boyamin meyakini bahwa tokoh yang duduk di Dewan Pengarah BPIP merupakan orang yang punya nasionalisme yang tinggi, sehingga Boyamin menyebut mereka bisa bekerja tanpa digaji.

"Kami yakin para dewan pengarah termasuk Ibu Mega tidak akan pernah mau menerima gaji tersebut. Kami yakin beliau-beliau hanya untuk mengabdi kepada negara tanpa pamrih," pungkasnya.

Presiden Joko Widodo menerbitkan Perpres Nomor 42 Tahun 2018 tentang Hak Keuangan dan Fasilitas Lainnya Bagi Pimpinan, Pejabat, dan Pegawai Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Dalam aturan yang ditandatangani pada 23 Mei lalu itu, ditetapkan hak keuangan Ketua Dewan Pengarah BPIP yang dijabat Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri sebesar Rp 112.548.000 juta setiap bulannya. [www.tribunislam.com]

Sumber : b-islam24h.com, kumparan.com

Sebarkan...