Pedoman Siaran Ramadhan, Kado Pahit KPI Untuk Umat Islam?



Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) merilis lima anjuran untuk para penyiar.





Dari lima anjuran ini, ada satu anjuran yang bisa bermakna kado pahit bagi umat Islam.

"Untuk program religi yang berbentuk materi ceramah keislaman, diharapkan tidak membahas materi khilafiyah dan kekhilafahan yang berpotensi menimbulkan kegaduhan publik." rilis KPI pada Rabu (2/5/18).

Sebagaimana diketahui, khilafiyah dan khilafah merupakan bagian dari ajaran Islam.

Umat Muslim harus mempelajari ajaran-ajaran agama agar bisa berlaku bijak dan hidup dengan benar sesuai anjuran Tuhan.

Khilafiyah bukan tidak boleh dibahas. Pembahasan yang bijak membuat umat bijak dalam menyikapi perbedaan.

Yang terlarang dalam khilafiyah ialah merasa paling benar lalu menyalahkan orang lain hanya karena berbeda terkait satu-dua amalan.

Jika terdapat larangan membahas khilafiyah, umat akan menjadi bodoh dan tidak bijak dalam menyikapi kayanya ajarab Islam yang menganggap perbedaan adalah rahmat.

Terkait khilafah, banyak ulama yang sudah menjelaskan. Khilafah adalah bagian dari ajaran Islam, meski kelompok umat Islam masih berbeda terkait penerapannya dalam sebuah negara.

Diketahui oleh umum, pemimpin setelah Nabi Muhammad disebut sebagai khalifah. Pemimpinnya adalah khalifah besar mulai dari Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq, Umar bin Khaththab, Utsman bin Affan dan Ali bin Thalib.

Hendaknya pembahasan khilafah disampaikan secara bijaksana agar umat mengetahui posisinya dalam ajaran Islam.

Jangan dilarang. Sebab pelarangan pembahasan bisa berdampak pada mewabahnya kebodohan. [www.tribunislam.com]

Sumber : tarbawia.net



Sebarkan...