Mabes Polri: Korban Tewas Bom Gereja Jadi 13 Orang


Mabes Polri: Korban Tewas Bom Gereja Jadi 13 Orang

Jumlah korban tewas akibat insiden ledakan bom di 3 gereja di Surabaya, Jawa Timur, terus bertambah. Saat ini diketahui, korban tewas berjumlah 13 orang. Ketiga belas korban tewas tersebut terdiri dari 6 pelaku dan 7 jemaat gereja.


Jumlah korban ewas tersebut dipaparkan oleh Karo Penmas Mabes Polri, Brigjen Pol. M. Iqbal, di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) Jalan Arjuna, Surabaya.

“Ada 13 korban meninggal dunia. Di antaranya 6 pelaku dan 7 jemaat gereja. 43 luka-luka,” ucap Iqbal, di lokasi, Minggu (13/5), seperti yang dikutip oleh Kumparan.

Iqbal mengatakan bahwa saat ini polisi tengah melakukan olah TKP dan identifikasi terhadap korban yang belum diketahui identitasnya.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol. Frans Barung sebelumnya menyebut, jumlah korban tewas mencapai 11 orang, dengan korban luka-luka sebanyak 41 orang. Namun, jumlah korban yang disampaikan Frans tersbut, berbeda dengan jumlah yang dirilis Polrestabes Surabaya. Kasubag Humas Polrestabes Surabaya AKP Chintya menjelaskan, saat ini sudah ada 17 korban tewas.

Sementara itu, saat ini, Presiden Joko Widodo, Menkopolhukam Wiranto, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Komjen Pol. Budi Gunawan, dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian sedang berada di lokasi untuk mengecek kondisi gereja pascaledakan.

Teror ledakan bom bunuh diri terjadi Minggu pagi, 13 Mei 2018 di tiga gereja di Surabaya dalam rentang pukul 07.00 hingga pukul 08.00 WIB. Bom meledak secara beruntun di tiga gereja, yaitu di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngangel Madya Utara, di Gereja Kristen Indonesia di Jalan Diponegoro 146, dan di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya di Jalan Arjuno. [www.tribunislam.com]

Sumber : ngemu.co



Sebarkan...