Komisi II DPR Minta Kemendagri Usut Tuntas Temuan KTP-el yang Tercecer di Bogor

Komisi II DPR Minta Kemendagri Usut Tuntas Temuan KTP-el yang Tercecer di Bogor

Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) meminta Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) mengusut tuntas temuan dus berisi kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el) yang tercecer di Kabupaten Bogor. Anggota Komisi II Almuzammil Yusuf menyatakan jika benar itu semua KTP palsu, harus dicari, diusut, dan dibongkar mafia pemalsuan dokumen kependudukan tersebut.


“Temuan dus itu saya kira hanya merupakan fenomena gunung es, akan lebih bagus apabila DPR membuat panitia khusus untuk kasus pemalsuan KTP. Potensi pemalsuan yang terjadi bisa ratusan kali lebih besar dari temuan tersebut,”Kata Almuzammil, Ahad (27/5/2018).

Menurutnya, pada 2016 lalu hal serupa pernah terjadi.  Bea-Cukai Bandara Soekarno-Hatta pernah pula melaporkan temuan mengenai hal tersebut kepada Komisi II DPR.

“Jangan menganggap remeh masalah ini. Mafia KTP Palsu bisa jadi pintu masuk imigran-imigran gelap ke seluruh pelosok Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Mereka bisa membangun wilayah-wilayah eksklusif, tertutup, dan tak terjamah,” jelasnya.

Senada dengan Almuzammil, Wakil Ketua Komisi II DPR Mardani Ali Sera juga mengatakan bahwa peristiwa tersebut merupakan bentuk keteledoran pemerintah.

“Pertama, ini teledor. Saat masyarakat banyak kesulitan dapat e-KTP tiba-tiba ada banyak e-KTP berserakan di jalan raya di Bogor. Kemendagri perlu merapihkan SOP pengiriman e-KTP ini,” ucapnya.

Mardani juga memepertanyakan soal E-KTP yang diduga beralamat di Sumatera Selatan namun ditemukan di Jawa Barat. Menurutnya, hal itu perlu diaudit, bagaimana e-KTP rusak milik Sumsel bisa berada di Jabar, padahal jika  ada kesalahan mestinya dihancurkan di tempat.

“Audit harus dilakukan secara transparan dan terfokus. Bila tak ada keseriusan menyelesaikan masalah e-KTP ini, maka Kemendagri bisa dinilai gagal oleh masyarakat dalam menyelidiki peristiwa ini. Soalnya, e-KTP berfungsi pada Pemilu,” ungkapnya.

Sebelumnya, Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Zudan Arif Fakrulloh memberikan klarifikasi. Menurutnya, e-KTP yang dibawa sopir truk adalah kartu yang sudah tak berlaku dan tengah dalam perjalanan ke gudang Kemendagri di Bogor.

“Jajaran Polsek Kemang dan Polres Kabupaten Bogor menunjukkan bahwa e-KTP yang tercecer tersebut adalah e-KTP rusak atau invalid dan diangkut dari gudang penyimpanan sementara di Pasar Minggu ke Gudang Kemendagri di Semplak, Bogor,” kata Zudan dalam keterangan tertulisnya, Minggu (27/5/2018).

Zudan menjelaskan, truk tersebut hanya membawa satu dus dan seperempat karung e-KTP yang tak lagi valid untuk dibawa ke gudang penyimpanan. E-KTP yang jatuh juga sudah kembali dikumpulkan kembali oleh sopir truk pembawa kardus e-KTP dengan bantuan para warga. [] [www.tribunislam.com]

Sumber : islampos.com

Sebarkan...