Keluar Dari Relawan Jokowi, Korsa Galang Dana Untuk #2019GantiPresiden



Pemerintah saat ini dinilai terlalu sibuk membangun pencitraan, tanpa mengimbangi kesejahteraan rakyatnya.


Kehidupan berbangsa dan bernegara semuanya berorientasi hanya untuk mendukung mobilitas ekspor dan impor kapital neoliberalisme saat ini.

“Situasi sudah semakin parah, janji tidak hutang faktanya berhutang, janji tidak naikan BBM faktanya BBM naik, janji akan turunkan harga dolar faktanya dolar naik, janji akan membuka 10 juta lapangan pekerjaan faktanya lapangan pekerjaan diisi oleh asing,” urai koordinator Komunitas Relawan Sadar Indonesia (Korsa), Amirullah Hidayat dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (8/5).

Ditambah lagi dalam penegakkan hukum yang terjadi saat ini menurut dia, berjalan dengan tidak profesional. Kondisi ini dibuktikan dengan banyaknya kriminalisasi terhadap tokoh dan aktivis yang mengkritik pemerintahan Jokowi.

“Situasi negeri inilah yang kemudian membuat kami sadar bahwa Jokowi telah mengkhianati Nawacita, sehingga dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim kami keluar dari barisan relawan pendukung Jokowi,” tegas Amirullah.

Untuk selanjutnya dibentuk Paguyuban Korsa yang mempunyai misi yaitu mengonsolidasikan kekuatan-kekuatan rakyat, terutama masyarakat desa dan kaum pinggiran untuk mengalahkan petahana Jokowi pada Pemilihan Presiden 2019.

“Korsa akan memasifkan gerakan #2019GantiPresiden dengan beberapa program nyata,” imbuh Amirullah.

Salah satu program nyata itu di antaranya mengkonsolidasikan mantan relawan Jokowi di seluruh Indonesia yang saat ini sedang berjalan dan terbentuk di tujuh provinsi.

Selain itu ada aksi bagi takjil gratis #2019GantiPresiden di Jabodetabek saat menjelang berbuka puasa mulai 20 Mei-10 Juni.

Paguyuban Korsa juga akan menggelar buka puasa bersama para mantan relawan Jokowi dan kelompok yang sepakat #2019 Ganti Presiden dilaksanakan pada 30 Juni 2018 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat.

Menjelang Lebaran, digelar mudik gratis #2019GantiPresiden dengan wilayah tujuan Jawa Tengah dan Sumatera Utara. Mudik gratis ini rencananya dilepas oleh Amien Rais pada 10 Juni 2018 dari Pelataran Parkir Taman Ismail Marzuki.

Berikutnya penerbitan buku testimoni mantan relawan tentang kegagalan dan pengkhianatan Jokowi terhadap janjinya. Buku tersebut dalam bentuk karikatur komik bergambar, yang akan dicetak dan dibagikan kepada masyarakat desa juga kaum pinggiran di seluruh wilayah Indonesia.[www.tribunislam.com]

Sumber : eramuslim.com



Sebarkan...