Heboh Lomba Puisi di Banten Berhadiah 2 Serbet, Dindikbud Diprotes


Heboh Lomba Puisi di Banten Berhadiah 2 Serbet, Dindikbud Diprotes

Seorang mahasiswa STIE Bina Bangsa, Noval Fathurrohman (25), menjadi juara ke 2 pada lomba baca puisi yang digelar oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Banten pada Rabu (2/5). Namun bukannya senang, dia malah merasa heran, sebab hadiah yang ia terima hanyalah serbet. Publik pun heboh.

Pada awalnya ia sama sekali tak berniat untuk ikut lomba. Ia datang ke datang ke lokasi hanya untuk menyaksikan acara Pentas Seni dan Budaya untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional. Namun saat itu, di sela-sela acara, ada lomba baca puisi.

"Saya datang ke acara, ada lomba baca puisi, karena masih buka dan untuk umum juga saya ikut mendaftar," ujar Noval saat dihubungi kumparan (kumparan.com), Kamis (3/5).

Perlombaan pun berjalan baik bagi Noval. Dia tampil dengan puisi berjudul 'Indonesia pada Sebuah Malam' dan mendapat juara dua. Dia kemudian mendapat hadiah yang dibungkus dalam sebuah kertas cokelat.

Hati Noval pun berbunga menyangka akan ada hadiah istimewa di dalamnya. Namun apa mau dikata, saat dibuka hadiah tersebut, ternyata isinya benda untuk urusan rumah tangga. Tak ada hubungannya dengan lomba puisi, apalagi pendidikan.

"Saya kira alat tulis, karena momen Hardiknas. Saya buka, isinya serbet. Jelas kaget, gimana sih, lucu, juga miris," ujarnya.

Setelah itu, Noval membagikan kisahnya ke media sosial. Tak disangka, kisahnya ini mendapat tanggapan serius dari berbagai kalangan terutama para pegiat seni di Banten."Kemudian jadi viral, banyak respons yang datang. Seperti tidak ada penghargaan terhadap seni," imbuhnya.

Menanggapi kejadian ini, atas dasar keprihatinan, Noval bersama pegiat seni di Banten menggelar aksi teatrikal di depan gedung Dindikbud untuk memprotes perlakuan mereka.

"Kami puluhan orang, orasi kesenian dan teatrikal, kita kecewa. Mungkin ini bukan hanya kekecewaan pegiat seni Banten saja, saya rasa ini melukai pegiat seni di Indonesia," ujarnya.

Setelah aksi, salah satu pejabat Dindikbud Banten keluar menemui massa. Intinya, Dindikbud meminta maaf kepada seniman dan masyarakat Banten atas insiden hadia dua helai serbet yang diterima Noval. Permintaan maaf ini disampaikan Sekretaris Dindikbud Banten, Djoko Waluyo usai para seniman menggelar aksi protes.

“Permohonan maaf sebesar-besarnya. Mohon beribu maaf atas kejadian tersebut. Ini pelajaran penting bagi kami. Lomba itu spontanitas. Tidak berfikir kemudian ada panitia memberi hadiah serbet. Orientasi hanya untuk memeriahkan," ujarnya.

Menurutnya, karena perencanaan awal acara ini hanya akan berlangsung sederhana. Namun karena ada banyak dorongan untuk membuat lomba, akhirnya dibuatlah lomba yang berhadiah serbet itu.

“Sangat menyayangkan kejadian kemarin. Saya sepakat itu (pemberian hadiah serbet-red) tidak pantas. Ini menjadi koreksi bagi kami. Ini tidak direncanakan. Mohon dimaafkan," tandasnya seperti dilansir Bantennews. [www.tribunislam.com]

Sumber : kumparan.com



Sebarkan...