Bantah Pakai #GelangKode di CFD, Mustofa Nahra Ungkap Bukti Ini


Bantah Pakai #GelangKode di CFD, Mustofa Nahra Ungkap Bukti Ini

Mustofa Nahrawardaya ramai membahas 'gelang kode' lewat akun Twitternya, @NetizenTofa. Dia menyoroti soal penggunaan gelang kayu cokelat saat terjadi gesekan warga yang mengenakan kaus #2019GantiPresiden dan #DiaSibukKerja di CFD, Minggu (29/4) lalu.


Namun, akun Mustofa juga mendapatkan beberapa balasan yang berisi gambar dirinya tengah mengenakan gelang. Ada yang menyama-nyamakan gelang yang dipakai Mustofa sama dengan gelang Susi Ferawati.



Mustofa membantah menggunakan gelang cokelat kayu seperti yang dipakai Susi Ferawati ataupun warga lain. Dia mengaku mengenakan gelang karet #2019GantiPresiden.

"Itu gelang #2019GantiPresiden. Itu gelang karet, berbeda itu. Mungkin karena foto dari jauh ya. Keliatan detail kalau difoto dari dekat," kata Mustofa saat dihubungi, Kamis (3/5/2018).

Mustofa menggambarkan gelang yang dipakai Fera adalah gelang kayu berwarna cokelat. Gelang ini punya ciri khas tali yang menjuntai.

"Kalau secara detail bentuk dari video kan gelang kayu cokelat-cokelat, kemudian ada talinya gitu ngelewer. Saya tidak tahu namanya. Kalau tasbih itu kan bulat-bulat ya. Tapi ini seperti kotak-kotak gitu kalau dilihat dari gambar," ujarnya.

Fenomena gelang kode itu ditangkapnya setelah menyaksikan video viral di YouTube. Mustofa menduga gelang itu tak hanya dipakai warga yang mengenakan kaus #DiaSibukKerja tapi juga #2019GantiPresiden. Mereka mengenakan gelang itu untuk saling mengenali.

Sebelumnya diberitakan, pengacara Fera, Muannas Alaidid, mengatakan gelang yang dipakai kliennya berasal dari Madinah yang dibeli saat umrah. Muannas menganggap ungkapan Mustofa sebagai sekadar asumsi.



"Jadi kalau masalah gelang itu tanda munculnya kepanikan dia. Waktu saya tanya ke Bu Fera, dia beli gelang waktu umrah di Madinah. Kedua, dia tak saling mengenal dengan Pak Stedi atau korban yang dipersekusi juga di CFD itu," kata Muannas saat dihubungi, Kamis (3/5/2018).

"Jadi kalau kemudian dicocok-cocokkan biarin saja, itu asumsi Mustofa saja. Tapi untuk membuat satu perkara menjadi terang adalah penegakan hukumnya," sambungnya.[www.tribunislam.com]

Sumber : opini-bangsa.com, detik.com



Sebarkan...