Akun Ini Lakukan Framing Negatif Terhadap HTI, Ustadz Felix Siauw: “Framing, Fitnah, Tuduh, Bunuh”


Akun Ini Lakukan Framing Negatif Terhadap HTI, Ustadz Felix Siauw: “Framing, Fitnah, Tuduh, Bunuh”

Hari ini setelah meledaknya 3 Bom di Surabaya, Akun Generasi Muda Nu mengaitkan HTI dengan Teror Bom yang terjadi di Surabaya.


Menurut akun tersebut kejadian beruntun semenjak HTI ditolak gugatannya di PTUN, terjadi teror beruntun di Mako Brimob yang kemudian disusul Bom di Surabaya.

Fanspage tersebut membawa pembaca seolah-olah Aksi Bom teror di Surabaya adalah akibat faham radikal Wahabi yang kemudian ditunjukkan bahwa Hizbut-Tahrir adalah di balik dalang itu semua.

Bahkan salah satu komentar di laman terebut sudah menuju pada perpecahan Islam yang diinginkan kaum penjajah kafir, bahkan ia memprovokasi agar kepolisian menangkap ustadz Felix Siauw.

Salah satu komentar Thoha Shamadi menuliskan tuduhan keji kepada Hizbut Tahrir “Betul..!! HTI sel hidup teroris di Indonesia…tangkap elit HTI..felix..dll..ganyang ..habisi…kita memang tdk takut sama teroris..negara kita hanya takut sama HAM..dan kelemahan itu di manfaatkan oleh HTI teroris…cukup sdh!!..abaikan HAM…ganyang HTI teroris..!!” tulisnya dikutip akhwatmuslimah.net.

Tak Tinggal diam, Ustadz Felix langsung mengomentari melalui laman instagramnya.

Bahkan lewat twitter beliau menulis cuitan keras “Yang melakukan aksi teror bom itu sangat jahat dan biadab, tapi yang memanfaatkan isu ini untuk membuat framing negatif pada kaum Muslim, jauh lebih jahat dan lebih biadab”



Framing, Fitnah, Tuduh, Bunuh

Perhatikan postingan dan komentarnya, kalau mau pahami tentang framing, inilah yang disebut framing (membingkai). Yang intinya adalah mengarahkan pikiran orang lain agar sesuai dengan keinginan si pembingkai

Metode framing negatif kepada Islam inilah yang sekarang wajib digunakan sejak dilancarkan “war on terrorism” oleh AS, dengan selalu mengaitkan Islam dan kaum Muslim dalam setiap hal yang berkaitan dengan tindakan teror

Media sangat berperan didalamnya. Tiap ada tindakan kriminal yang melibatkan Muslim selalu disebut “jihad”, “bom syahid”, dan berubah menjadi “gunmen”, “psikopat”, “orang gila” ketika pelakunya bukan Muslim. Pokoknya Islam harus dicitrakan jelek

Dalam kasus teror bom di Surabaya ini, nyata sekali ada framing dari pihak tertentu kepada pihak lainnya, dan framing ini sudah tidak lagi peduli, mana fitnah mana fakta, pokoknya tuduh, kalau bisa bunuh. Jadi mereka bisa melegakan sesuatu yang keji dengan alasan “anti-terorisme” atau “menjaga kedamaian”. Begitulah sejak dulu, yang dilakukan AS, gurunya

Parahnya orang-orang yang keji akal dan busuk perangai ini berlindung di bawah nama besar NU untuk melegitimasi perbuatan kotornya. Saya pikir kalau NU tidak mengambil tindakan tegas, lama kelamaan akan dianggap bahwa NU saat ini memang sedang ditunggangi oknum-oknum yang membenci Islam dan nyata-nyata merusak ukhuwah Islam

Padahal para Kyai NU yang saya kenal, semua ikhlas, tak mudah menuduh, apalagi memfitnah, bahkan ada yang diantara Kyai yang saya kenal, mereka sangat hati-hati dalam perkara kebaikan apalagi dalam perkara keburukan

Tapi para penumpang nama NU, mereka yang keji ini, mereka inilah yang nyata-nyata memecah belah ummat, memecah bangsa, yang selalu memprovokasi dan mengancam, mempersekusi dan memfitnah

Saya jadi ingat cara-cara beringas seperti ini saat membaca sejarah negeri ini. Persis sekali, dulu pernah ada kelompok yang mengaku paling nasionalis, paling cinta NKRI, tapi caranya beringasan dan paling anti agama

Kita doakan semoga orang-orang ini taubat. Ditengah tragedi seperti ini, kok masih tega-teganya memanfaatkan untuk framing negatif. Atau jangan-jangan memang… Ah, sudahlah..[www.tribunislam.com]

Framing, Fitnah, Tuduh, Bunuh Perhatikan postingan dan komentarnya, kalau mau pahami tentang framing, inilah yang disebut framing (membingkai). Yang intinya adalah mengarahkan pikiran orang lain agar sesuai dengan keinginan si pembingkai Metode framing negatif kepada Islam inilah yang sekarang wajib digunakan sejak dilancarkan "war on terrorism" oleh AS, dengan selalu mengaitkan Islam dan kaum Muslim dalam setiap hal yang berkaitan dengan tindakan teror Media sangat berperan didalamnya. Tiap ada tindakan kriminal yang melibatkan Muslim selalu disebut "jihad", "bom syahid", dan berubah menjadi "gunmen", "psikopat", "orang gila" ketika pelakunya bukan Muslim. Pokoknya Islam harus dicitrakan jelek Dalam kasus teror bom di Surabaya ini, nyata sekali ada framing dari pihak tertentu kepada pihak lainnya, dan framing ini sudah tidak lagi peduli, mana fitnah mana fakta, pokoknya tuduh, kalau bisa bunuh. Jadi mereka bisa melegakan sesuatu yang keji dengan alasan "anti-terorisme" atau "menjaga kedamaian". Begitulah sejak dulu, yang dilakukan AS, gurunya Parahnya orang-orang yang keji akal dan busuk perangai ini berlindung di bawah nama besar NU untuk melegitimasi perbuatan kotornya. Saya pikir kalau NU tidak mengambil tindakan tegas, lama kelamaan akan dianggap bahwa NU saat ini memang sedang ditunggangi oknum-oknum yang membenci Islam dan nyata-nyata merusak ukhuwah Islam Padahal para Kyai NU yang saya kenal, semua ikhlas, tak mudah menuduh, apalagi memfitnah, bahkan ada yang diantara Kyai yang saya kenal, mereka sangat hati-hati dalam perkara kebaikan apalagi dalam perkara keburukan Tapi para penumpang nama NU, mereka yang keji ini, mereka inilah yang nyata-nyata memecah belah ummat, memecah bangsa, yang selalu memprovokasi dan mengancam, mempersekusi dan memfitnah Saya jadi ingat cara-cara beringas seperti ini saat membaca sejarah negeri ini. Persis sekali, dulu pernah ada kelompok yang mengaku paling nasionalis, paling cinta NKRI, tapi caranya beringasan dan paling anti agama Kita doakan semoga orang-orang ini taubat. Ditengah tragedi seperti ini, kok masih tega-teganya memanfaatkan untuk framing negatif. Atau jangan-jangan memang... Ah, sudahlah..
Sebuah kiriman dibagikan oleh Felix Siauw (@felix.siauw) pada


Sumber : akhwatmuslimah.net

Sebarkan...