Wahai Ade Armando, Adzan itu bukan cuma penanda waktu, Tapi SYARIÁT !!!


Wahai Ade Armando, Adzan itu bukan cuma penanda waktu, Tapi SYARIÁT !!!

Kembali lagi Polemik Ade Armando yang panik di tantang bang Damin Sada malah justru membuka kebodohannya. Dalam status balasan Ade Armando menjelaskan kenapa Adzan itu tidak syakral?kenapa Adzan itu tidak suci? berikut kami kutip Postingan Ade Armando yang buta syariat,


SOAL AZAN YANG TIDAK SUCI

Gara-gara saya menulis bahwa ‘azan itu tidak suci’, saya dihujat kanan-kiri.

Ada yang mau bikin perhitungan. Ada yang bilang saya menodai Islam. Ada yang berdoa agar Allah melaknat saya. Ada yang bilang, darah saya halal.

Reaksi negatif semacam ini, menurut saya, mencerminkan kekurangpengetahuan tentang Islam. Kalau saja teman-teman yang protes ini menyempatkan waktu belajar kembali tentang Islam dan sejarah Islam, mereka tentu tidak perlu marah-marah.

Begini lho.

Apa sih yang dalam Islam dipandang suci? Allah jelas Maha Suci. Al Quran jelas suci karena merupakan kumpulan ayat-ayat Allah. Tapi azan?

Azan seperti yang kita kenal saat ini bukanlah perintah Allah.

Bacalah sejarahnya.

Praktek azan dimulai pada tahun ke-2 Hijriah. Ini dimulai dengan musyawarah antara Nabi Muhammad dan para sahabat tentang apa cara terbaik untuk memberitahu umat Islam bahwa sudah tiba waktu shalat. Harap catat, saat itu tidak ada jam.

Ada beberapa ide dikemukakan sahabat. Ada yang bilang, kibarkan saja bendera. Ada yang mengusulkan, tiup terompet. Ada pula ide membunyikan lonceng. Ada yang menyarankan, menyalakan api. Tapi akhirnya yang dipilih adalah memanggil orang shalat dengan mengumandangkan azan seperti yang kita kenal sekarang ini.

Jadi ini adalah hasil kesepakatan Nabi dan para sahabat.

Dan format azan itu sendiri juga bukan berasal dari wahyu Allah, melainkan berdasarkan mimpi seorang sahabat bernama Abdullah bin Zaid (menurut kisah Abu Dawud). Ia mengatakan bahwa ia bermimpi bertemu dengan seorang pria yang mengajarinya mengumandangkan azan. Mimpi itu disetujui oleh nabi Muhammad.

Menurut saya, kisah ini bisa sangat membantu kita memahami bahwa azan itu bukanlah hal yang sakral karena hakekatnya adalah cara untuk menyatakan waktu shalat sudah tiba. Sebuah penanda waktu.

Karena itulah, di Universitas Indonesia misalnya, kuliah atau diskusi akan jalan terus walaupun terdengar azan. Karena itu pula, mayoritas umat Islam saat ini sudah tidak merasa perlu menunggu kumandang azan untuk tahu apakah waktu shalat sudah tiba, karena sudah ada jam sebagai penanda waktu.

Karena itu juga, muazin (mereka yang mengumandangkan azan) tidak selalu merdu mengumandangkan azan, karena kemerduan suara bukan prasyarat mutlak untuk menjadi muazin.

Jadi begitulah. Hakekatnya, azan itu adalah seruan untuk menyatakan waktu shalat sudah tiba sekaligus mengajak orang untuk shalat. Kumandang azan pun tidak selalu merdu, karena hakekatnya memang tidak berurusan dengan estetika. Mau dibaca datar-datar saja juga boleh. Tidak ada yang melarang.

Jadi begitu ya. Menurut apa yang saya pelajari, azan itu tidak suci. Kalau Anda tidak setuju silahkan dan ajukan argumentasi Anda.



Argumentasi diatas sungguh sangat lemah, dan tidak ada dalilnya sama sekali bahkan tak pernah Ulama manapun berbicara demikian. Bagaimana menurut ulama Muktabar menjelaskan soal Syariat Adzan? berikut penjelasanya

Pengertian Adzan

Menurut bahasa azan berarti pemberitahuan tentang sesuatu. Sebagaimana Firman Allah SWT dalam Kitab Suci Al-Qur’an Surat At-Taubah Ayat 3 yang berbunyi :

وأذن مّن الله ورسوله إلى النّاس

Artinya:

Dan (inilah) suatu seruan atau pemberitahuan dari Allah dan Rasul-Nya kepada umat manusia – (QS. At-Taubah : 3)

Dan dalam surat yang lain yakni surat Al-Anbiya Ayat 109 Allah Berfirman :

ءاذنتكم على سوآء

Artinya:

Aku telah menyampaikan kepada kamu sekalian (ajaran) yang sama (antara kita) – (QS. Al-Anbiya : 109)

Maksudnya Aku beritahu kalian maka kita sama-sama mengetahui.

Sedangkan adzan menurut syara atau syariat adalah pemberitahuan tentang waktu shalat dengan lafadz-lafadz khusus sebagaimana yang ditetapkan oleh syariat.

Dari pengertian-pengertian diatas, maka dapat disimpulkan bahwa adzan merupakan suatu pemberitahuan seorang mu’azin (orang yang adzan) kepada orang lain tentang masuknya waktu shalat.

Pengertian Iqomah

Berbeda dengan adzan. Jika adzan merupakan pemberitahuan masuknya waktu shalat, maka iqomah merupakan pemberitahuan tentang pelaksanaan shalat. Dari segi bahasa iqomah berarti menegakkan sesuatu, sedangkan menurut syara atau syariat, iqomah adalah pemberitahuan akan ditunaikannya shalat wajib dengan lafadz-lafadz khusus yang telah ditetapkan oleh syariat.

Hukum Adzan dan Iqomah

Mengenai hal ini, para ulama berselisih pendapat. Sebagian ulama mengatakan bahwa hukum azan adalah sunnah muakkad, namun pendapat yang lebih kuat dalam masalah ini adalah pendapat yang mengatakan hukum adzan dan iqomah adalah fardu kifayah. Perlu dicatat, hukum ini hanya berlaku bagi kaum laki-laki, tidak bagi kaum perempuan, yakni pada shalat wajib 5 waktu dan pada shalat jum’at.

Keduanya disyariatkan berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah. Sebagaimana Firman Allah SWT dalam Surat Al-Ma’idah Ayat 58 dan QS. Al-Jumu’ah ayat 9 yang artinya adalah sebagai berikut :

Dan apabila kamu menyeru (mereka) untuk (mengerjakan) shalat, mereka menjadikannya sebuah ejekan dan permainan. Yang demikian itu adalah karena mereka benar-benar kaum yang tidak mau mempergunakan akal – (QS. Al-Ma’idah : 58)

Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat jum’at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah – (QS. Al-Jumu’ah : 9)

Rasulullah SAW bersabda dalam hadits Malik bin Huwairits sebagai berikut :

فَإِذَا حَضَرَتِ الصَّلاَةُ فَلْيُؤَذَّنْ لَكُمْ وَلْيَؤُمَّكُمْ أَكْبَرُكُمْ (متفق عليه)

Jika telah datang waktu shalat, maka hendaklah salah satu orang diantara kalian mengumandangkan adzan, dan orang yang paling tua diantara kalian menjadi imam (jika sama-sama memiliki ilmu dan keutamaan)

Ibnu Taimiah ra, berkata, “Berdasarkan sunnah yang mutawatir (banyak riwayatnya) menunjukkan bahwa sejak zaman Rasulluah SAW selalu dikumandangkan adzan dalam setiap shalat wajib 5 waktu, maka umat ini sepakat menjadikan hal tersebut sebagai amal hingga seterusnya. [www.tribunislam.com]

Sumber : dakwahmedia.co



Sebarkan...