Tagar #TangkapPenjarakanSukmawati Digalang, Pengacara Senior Minta Polri Dengar ‘Aksi Bela Islam 64’

Tagar #TangkapPenjarakanSukmawati Digalang, Pengacara Senior Minta Polri Dengar ‘Aksi Bela Islam 64’

Massa Aksi Bela Islam 64 yang menuntut penangkapan Sukmawati Soekarnoputri telah tiba di depan Kantor Bareskrim Polri, Jalan Merdeka Timur, Gambir (06/04).


Pengacara senior Mahendradatta meminta Kepolisian untuk mendengarkan tuntutan aksi rakyat menentang penistaan agama itu. “Aspirasi segini banyak rakyat tolong didengar dong,” tulis Mahendradatta di akun Twitter @mahendradatta mengomentari massa yang memenuhi seluruh badan jalan kawasan Medan Merdeka Timur.

Tak hanya aksi demonstrasi, di sosial media secara massif digalang hastag atau tanda pagar (tagar) #TangkapPenjarakanSukmawati. Pembina Advokat Cinta Tanah Air (ACTA), Habiburokhman turut menggalang tagar #TangkapPenjarakanSukmawati. “#TangkapPenjarakanSukmawati Siyap kawal,” tulis Habiburokhman di akun @Habbiburokhman.

Direktur Centre for Strategic and Policy Studies (CSPS) Prijanto Rabbani memahami tuntutan massa. Menurut Prijanto, Sukmawati memang harus dihukum berat, sehingga bisa jadi efek jera bagi yang lain.

“Membuat dan membaca puisi, yang isinya menista agama adalah sebuah kesengajaan. Sengaja untuk menista Islam. Mau dimaafkan dan minta selesai kasusnya? Enak sekali… Orang seperti Sukmawati perlu dihukum berat sehingga bisa jadi efek jera bagi yang lain. #iDeasRabbani,” tegas Prijanto di akun @PrijantoRabbani.

Kendati mendukung proses hukum Sukmawati, Prijanto juga menghormati sikap GP Ansor yang akan mempertimbangkan mencabut laporan setelah Sukmawati meminta maaf.

“Monggo, silakan… Dan yang masih ingin proses hukum berlanjut pun perlu dihormati… #AksiBelaIslam #AksiBelaIslam64. @DivHumas_Polri,” tulis @PrijantoRabbani menanggapi tulisan bertajuk “GP Ansor Pertimbangkan Cabut Laporan Terhadap Sukmawati”. [www.tribunislam.com]

Sumber : intelijen.co.id

Sebarkan...