Soal permintaan maaf Sukmawati, KH Didin: Jika berkaitan dengan penistaan agama, hukum harus ditegakkan


Soal permintaan maaf Sukmawati, KH Didin: Jika berkaitan dengan penistaan agama, hukum harus ditegakkan

Pada Rabu (4/4/2018), Sukmawati minta maaf kepada seluruh umat Islam karena puisi karyanya menyakiti perasaan kaum mayoritas di tanah air.

Putri mendiang proklamator Presiden Soekarno ini dituding telah menghina agama Islam karena dalam puisi yang diciptakannya tahun 2006 itu, Sukmawati menyatakan konde lebih indah daripada cadar dan kidung lebih merdu ketimbang suara azan

“Dari lubuk hati yang paling dalam saya mohon maaf lahir dan batin, kepada umat Islam Indonesia,” ujar Sukmawati saat konferensi pers di Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (4/4), lansir Detiknews.

Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Prof Dr KH Didin Hafidhuddin angkat bicara soal permintaan maaf yang dilakukan Sukmawati tersebut.

“Sehubungan dengan ajakan bagi umat Islam untuk memaafkan Sukmawati, saya ingin sampaikan bahwa umat Islam memang umat pemaaf dan diperintahkan untuk terus saling memaafkan seperti perintah Allah SWT dalam QS Ali Imran ayat 134 dan 135. Tetapi hal tersebut jika berkaitan dengan urusan pribadi. Tidak boleh ada saling mendendam,” ujar Kyai Didin melalui pernyataan tertulisnya, Kamis (5/4/2018).

Namun, lanjut Kyai Didin, jika berkaitan dengan penistaan agama seperti puisi Sukmawati yang menghujat syariat cadar dan syariat azan maka hukum harus ditegakkan.

“Orang yang secara sadar dan sengaja menghina syariat Islam harus diproses dan diadili sesuai dengan hukum yang berlaku,” tegas Kyai Didin.

Sebelumnya, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Ma’aruf Amin bertemu dengan Sukamawati Sukarno Putri di kantor MUI, Jakarta. Usai pertemuan satu jam itu, Ma’aruf mengajak umat Islam memaafkan Sukmawati.

Ma’aruf juga berharap pihak-pihak yang mengadukan Sukamawati ke pihak berwajib untuk mencabut laporan.[www.tribunislam.com]

Sumber : arrahmah.com

Sebarkan...