Seruan Khilafah Menggema pada Peringatan Isra' Mi'raj di Yogyakarta


Seruan Khilafah Menggema pada Peringatan Isra' Mi'raj di Yogyakarta

“Khilafah ajaran Islam baik dipahami dengan pendekatan al-Qur’an, al-Hadist maupun Ijma’” itulah pernyataan tegas ulama, kyai, dan tokoh Jogjakarta pada acara Jalsah ‘Ammah Peringatan Isra’ Mi’raj 1439 H. Acara ini diselenggarakan pada Sabtu (14/4/2018) di Pesantren at-Tasniim Sleman. Adapun yang hadir dalam acara ini adalah para ulama, kyai, tokoh dan pegiat dakwah di Jogyakarta.



Jalsah ‘Ammah ini merupakan forum pencerdasan umat. Terlebih umat Islam dan para ulamanya menginginkan perubahan Indonesia yang lebih baik, dengan mengajukan Islam sebagai solusi.

Acara ini dibuka dengan pemaparan materi oleh Ust. Iful Fitrah al-Kandari sebagai Mudir Ponpes at-Tasniim, Sleman. Dalam pemaparannya Ust. Iful menjelaskan bahwa “Istilah Khilafah itu bukan dibuat oleh golongan tertentu, akan tetapi diperkenalkan oleh Rasulullah SAW. sendiri. Jadi dengan demikian, Khilafah itu adalah istilah yang digunakan oleh Rasulullah SAW. untuk menggambarkan kepemimpinan ummat Islam.”

Pernyataan Ust. Iful ini, kemudian dilanjutkan oleh pemaparan Abah Narko A. Fikri selaku Pengasuh Ponpes Nurul Qowiy Sleman. “Perbaikan kondisi yang rusak seperti saat ini harus dilaksanakan dengan cara membangun kondisi sebagaimana pertama dibangun oleh Rasulullah SAW, yaitu dengan Khilafah. Khilafah juga teah berjasa dalam menyebarkan Islam di nusantara.”  terang Ustadz Abah Narko

Sementara Ust. Abdurrohim al-Hiwarie, selaku Pengasuh Majelis Kajian Tafsir al-Qur’an al-Irtifaiy Bantul menyatakan bahwa “Hanya Khilafah sajalah yang akan mempersaudarakan seluruh kaum Muslimin.” Pada saat yang sama, KH. Subhan Ahmadi, selaku Pengasuh Ponpes Taruna Panatagama memberikan pesan-pesan kepada generasi muda bahwa mereka diminta untuk menjadi doktor tafsir dan doktor hadist yang memiliki visi Khilafah, dengan demikian dapat memberikan kontribusi dalam mewujudkan kebangkitan ummat Islam yang satu.

Dalam forum yang penuh keakraban ini, Ust. Shiddiq al-Bantuly, Muballigh Pegiat Majelis Idrak Sillah Billah menyampaikan pesan penutup untuk seluruh pengemban dakwah semuanya. Beliau juga meminta seluruh hadirin yang dating untuk senentiasa mendoakan saudara-saudara kita, sehingga mereka menjadi penolong agama Allah SWT. seperti layaknya orang-orang Anshar.



“Sungguh persatuan kaum muslimin adalah kewajiban kita, maka kita harus terus mewujudkannya. Beristiqomahlah dalam memperjuangkan tegaknya Syariah dan Khilafah.” terangnya.

Setelahnya dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ust. Rusydi, selaku Pengasuh Ponpes Bismillah. Acara ini kemudian ditutup dengan ramah-tamah diantara ulama, kyai, tokoh dan pegiat dakwah di Jogyakarta. [iws][www.tribunislam.com]


Sebarkan...