Kocak! Tanggapi Omongan Abu Janda, Ferdinand Hutahaean Malah Ngobrol dengan Patung


Kocak! Tanggapi Omongan Abu Janda, Ferdinand Hutahaean Malah Ngobrol dengan Patung

Kadiv Advokasi dan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean tampak menanggapi omongan Abu Janda.


Pantauan TribunWow.com, hal tersebut tampak dari unggahan akun Twitternya pada Rabu (11/4/2018).

Dalam video yang ia posting, Ferdinand Hutahaean mengatakan jika Abu Janda sedang membuat video menganai id**t, akan tetapi menurutnya, justru Abu Janda yang id**t.

Ferdinand Hutahaean kemudian mengatakan jika dirinya ingin mengobrol dengan Abu Janda.

Bukan Abu Janda yang sebenarnya, ia malah terlihat mengobrol dengan patung yang ia sapa sebagai Janda.

Kepada patung tersebut, ia kemudian mengatakan jika utang pada era SBY Rp 2.700, tapi kenapa malah dibilang Rp 3.700 oleh Janda.

Ia pun menganggap Janda sedang sterss.

"Halo ini ada yang namanya Abu Janda, yang katanya bimbingan untuk orang id**t, tapi padahal videonya justru sedikit id**t.

Jadi saya mau ngobrol nih sama Janda.

Halo Janda (menyapa patung).

Jadi gini Janda, Hidungmu mancung ya, utang di era pak SBY ke Pak Jokowi, Pak Jokowi saja sudah bilang Rp 2.700 trilun.

Sebetulnya bukan Rp 2.700 triliun, tapi Ep 2.654 triliun.

Tapi kok kamu Janda bilang sampai Rp 3.700 triliun Pak SBY nyisain utang ke Pak Jokowi?

Kamu kenapa jadi id**t Janda, gak boleh gitu ya," katanya.



Diberitakan sebelumnya, Jokowi sempat membuat pernyataan jika ketika dirinya menjabat, ia diwarisi utang sebesar Rp 2.700 tiliun dari pemerintahan sebelumnya.

Nilai itu kemudian terus membengkak akibat adanya bunga.

Hal itu disampaikan Jokowi saat menghadiri Konvensi Nasional Galang Kemajuan Center atau GK Center di Bogor, Jawa Barat.

"Saya dilantik utangnya sudah Rp 2.700 triliun. Saya ngomong apa adanya. Bunganya setiap tahun Rp 250 triliun. Kalau 4 tahun sudah tambah 1.000," kata Jokowi.

"Ngerti nggak ini?" sambung Jokowi.

Baca juga: Jokowi: Saat Saya Dilantik Utang Negara Rp 2.700 T, Bunganya Rp 250 T, Ngerti Nggak

Jokowi kemudian meminta masyarakat untuk berpikir jernih terkait isu utang negara selama dia memimpin.

Jokowi menegaskan tidak mungkin menambah utang negara dalam jumlah besar.

"Supaya ngerti, jangan dipikir saya utang segede itu. Enak aja," ujarnya.

Sementara itu, Kementerian Keuangan menyebutkan jika utang negara saat ini masih dalam tahapan yang wajar.

Menurut Kemenkeu, rasio utang Indonesia per Februari 2018 29,2 persen dari PDB.

Hal itu menunjukkan apabila jumlah utang tersebut masih dalam batas aman, yang diperbolehkan UU No. 17 Tahun 2003 sebesar 60 persen dari PDB.

Kemenkeu juga mengungkapkan jika tiga lembaga pemeringkat di dunia Fitch, S&P dan Moody's menilai bahwa perekonomian Indonesia saat ini sehat.

Diketahui, utang tersebut berdasarkan undang-undang masih tergolong dalam batas wajar.

Dalam Pasal 12 ayat 3 UU No 17 Tahun 2003 tetang Keuangan Negara menyebutkan bahwa defisit anggaran dibatasi maksimal sebesar 3% dan utang maksimal 60% dari PDB. [www.tribunislam.com]

Sumber : b-islam24h.com



Sebarkan...