Ketua MUI Sumbar Buat Puisi 'Hurufmu Menuai Laknat' untuk Sukmawati

Ketua MUI Sumbar Buat Puisi 'Hurufmu Menuai Laknat' untuk Sukmawati

Meski Sukmawati Soekarnoputri telah meminta maaf, polemik puisi "Ibu Indonesia" yang ditulis dan dibacakan anak Proklamator Republik Indonesia itu belum juga reda. Aksi protes mulai dari pelaporan dugaan penistaan agama hingga video balasan puisi dari kalangan umat Islam pun kian viral di media sosial (medsos) Kamis (5/4).


Tak ketinggalan, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Barat (Sumbar) Buya Gusrizal pun membalas puisi tersebut dengan sebuah tulisan berjudul "Hurufmu Menuai Laknat".

Kenapa heran dengan ocehannya ?
Kekeruhan jiwa berlabel budaya, jualannya! Tak perlu cari apa maknanya! Nalar berlimbah, hati bersampah, syahwat serakah perangkai katanya.

Ia hanyalah setetes yang keluar tanpa tertahan karena takut celana basah kotoran. Ia hanyalah satu langkah permainan curang tak bermalu dalam kepanikan.

Ia tak lebih dari igauan "rasian" seorang pengkhayal ketiduran.

Tapi apa hendak dikata, kalimat indah menurut jiwa kotornya, bagaikan petir pemecah angkasa. Menyobek selaput gendang telinga manusia bersukma. Namanya menunjukkan ia kehilangan dirinya.
Mungkinkah gelegar guntur adzab yang Maha Kuasa sebagai penyadarnya?

Wahai pengaku berbudaya dan pendakwa memiliki rasa!
Tajamnya lidahmu telah menggores ruang dalam qalbu perindu takbir dan tahmid.

Engkau akan menuai dengan setiap hurufmu laknat di bumi dan di langit.

Tunggulah olehmu teriakan takbir para mujahid, membelah langit.
Kelitanmu, tameng munafikmu bahkan penguasa licikmu tak akan kuat membendung dobrakan kalimat yang meruntuhkan singasana Kisra dan Kaisar di masyriq dan maghrib.

Kamu akan terpuruk dalam sampah jiwamu di tengah genangan limbah kebencianmu terhadap umat pembawa panji tauhid. Allahu Akbar, tunggulah wahai pemuja kemunafikan dan kesyirikan!
Kami akan datang membawa obat untuk jiwamu yang sedang sakit! Ditulis Buya Gusrizal di Bukittinggi pada 18 Rajab 1439 H / 04 April 2018 M.

Petikan puisi diatas adalah balasan yang ditulis oleh Buya Gusrizal. Tulisan itu sengaja ia buat untuk membalas puisi yang telah dibacakan oleh Sukmawati.

Hingga kini, postingan resmi di akun Facebook Buya Gusrizal Gazahar itu telah disukai sebanyak 475 lebih dan telah dibagikan sebanyak 224 kali. Berbagai komentar pedas pun tertuang dalam postingan tersebut.

"Puisi yang sangat indah dan enak dibaca dan didengar telinga jika dibandingkan dengan ocehan puisi neneknya dajal. Allahu Akbar," tulis akun Metrizal Metrizal.

Kemontar pedas lainnya pun dituliskan oleh masyarakat pemilik akun Safrizal.

"Dengan takbir pejuang mengusir penjajah di Indonesia, sekarang mulutmu melecehkan syariat islam, adzan dan cadar, insyaallah azab akan menimpamu," tulis akun Facebook Safrizal.

"Sukma itu hanyalah asap, apinya masih berkobar-kobar. Sia-sia menggantang asap, segera matikan sampai baranya," kata Buya Gusrizal.

Seperti diketahui, puisi tersebut dibacakan Sukmawati di depan khalayak ramai pada, Kamis (29/3) lalu di Jakarta. Ia membacakan puisi itu saat acara 29 Tahun Anne Avantie Berkarya di Indonesia Fashion Week 2018, Jakarta.

Puisi itu dikecam banyak pihak setelah beredar di sosial media. Polemik pun muncul. Banyak kelompok yang mempermasalahkan dan akan melaporkan hal itu ke pihak yang berwajib karena dianggap menistakan Agaman Islam. [www.tribunislam.com]

Sumber : jawapos.com

Sebarkan...